BRUS Angkatan ke-25 Dorong Remaja Hindari Pernikahan Dini

  • 25 Agt 2026 06:33 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas mendorong remaja memahami risiko pernikahan dini melalui Bimbingan Pranikah Remaja Usia Sekolah. Kegiatan tersebut digelar bersama PC IPNU dan IPPNU Banyumas untuk menekan angka kehamilan anak usia sekolah.

BRUS Angkatan ke-25 berlangsung di SMK Ma'arif 2 Karanglewas, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membekali remaja dengan pengetahuan sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Dr. H. Ibnu Asaddudin mengatakan, remaja perlu mendapatkan pemahaman mengenai berbagai aspek kehidupan sebelum menikah. Pemahaman tersebut meliputi aspek fisik, psikologis, sosial, dan agama.

“Bimbingan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada adik-adik siswa mengenai aspek fisik, psikologis, sosial, dan agama terkait pernikahan,” ujar Ibnu.

Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar remaja memiliki bekal dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Edukasi juga diharapkan membantu remaja mempersiapkan masa depan secara lebih matang.

Kegiatan BRUS turut melibatkan PC IPNU dan IPPNU Banyumas. Keterlibatan organisasi pelajar tersebut dinilai membantu menjangkau remaja melalui pendekatan yang lebih dekat dengan lingkungan mereka.

Ketua PC IPNU Banyumas, Fahmi Abdurrahman mengatakan, kerja sama dengan Kemenag diharapkan dapat terus dilakukan untuk mengawal remaja di Banyumas. Edukasi tersebut diarahkan untuk mendorong remaja lebih bijak dalam pergaulan.

Menurut Fahmi, langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko kehamilan pada anak usia sekolah yang dapat berujung pada pernikahan dini. Ia berharap remaja Banyumas dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat dan terampil.

“PC IPNU dan IPPNU Banyumas berharap kerja sama ini bisa dilanjutkan untuk terus mengawal remaja di Kabupaten Banyumas,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa SMK Ma'arif 2 Karanglewas mengikuti berbagai materi mengenai persiapan pernikahan. Materi disampaikan oleh pejabat Kemenag, praktisi kesehatan, dan tokoh agama.

Materi bimbingan mencakup pengenalan diri, pengelolaan emosi dalam hubungan, serta hak dan kewajiban suami istri. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan fikih pernikahan.

Melalui BRUS, Kemenag Banyumas bersama organisasi pelajar mendorong remaja memahami pentingnya perencanaan masa depan. Edukasi tersebut diharapkan turut mendukung upaya menekan angka kehamilan anak usia sekolah di Banyumas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....