Dosen UIN Saizu Khutbah Jumat di Melbourne, Soroti Nilai Spiritual
- 25 Agt 2026 06:31 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Dosen UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ahmad Dahlan, mengisi khutbah sekaligus menjadi imam salat Jumat di Melbourne, Australia. Dalam khutbahnya, ia menyoroti pentingnya menjaga nilai spiritual bagi umat Islam yang hidup sebagai minoritas.
Prof. Ahmad Dahlan menyampaikan khutbah dalam bahasa Arab dan Inggris di Masjid Surau Kita, Melbourne, Jumat pekan lalu.Kehadirannya merupakan bagian dari agenda penelitian sekaligus penguatan jejaring internasional UIN Saizu di Australia.
Prof. Ahmad Dahlan diundang Indonesian Muslim Community of Victoria atau IMCV. Organisasi tersebut menjadi wadah kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan bagi diaspora serta masyarakat Muslim Indonesia di Victoria.
Dalam khutbahnya, Prof. Ahmad Dahlan mengangkat pentingnya keseimbangan antara pencapaian ekonomi dan kesadaran spiritual. Menurutnya, keberhasilan material perlu berjalan seiring dengan keteguhan nilai-nilai keislaman.
Ia menekankan, kehidupan sebagai Muslim minoritas menghadirkan tantangan tersendiri. Karena itu, umat Islam perlu tetap menjaga nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai komunitas Muslim yang datang ke Australia hanya mendapatkan nilai materi dengan mengorbankan nilai-nilai spiritual,” pesan Prof. Ahmad Dahlan.
Salah satu nilai spiritual yang ditekankan ialah kesadaran memilih dan mengonsumsi makanan halal. Selain itu, umat Islam juga perlu menjaga pergaulan, etika, dan sikap dalam kehidupan bermasyarakat.
Prof. Ahmad Dahlan juga mendorong komunitas Muslim membangun budaya yang inklusif. Menurutnya, sikap tersebut penting agar umat Islam dapat menjadi bagian dari masyarakat Australia sekaligus menghadirkan Islam yang membawa kemaslahatan.
Nilai inklusivitas tersebut sejalan dengan konsep Islam rahmatan lil ‘alamin. Nilai keislaman tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas keagamaan, tetapi juga melalui perilaku sosial yang harmonis.
Kegiatan khutbah Jumat tersebut berlangsung di tengah agenda penelitian Prof. Ahmad Dahlan di Australia. Ia melakukan penelitian bertema Gastrodiplomacy of Halal Food and Islamic Culture by the Indonesian Diaspora in the Era of ‘Indonesia Spice Up the World’.
Dalam rangkaian penelitian tersebut, Prof. Ahmad Dahlan juga melakukan wawancara dan diskusi dengan tokoh diaspora Indonesia, Prof. Nadirsyah Hosen. Pertemuan berlangsung di Melbourne University Law School pada 17 Agustus 2026.
Selain penelitian, Prof. Ahmad Dahlan membawa misi memperkuat jejaring global UIN Saizu. Ia mewakili Dekan FEBI UIN Saizu dan 35 program studi di bawah asosiasi APSESI dalam pengembangan kerja sama internasional.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement atau MoA dengan The ASEAN Institute of Applied Research and Innovation atau AIARI di Melbourne, 18 Agustus 2026.
Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara kolaboratif. Kolaborasi diharapkan membuka peluang bagi akademisi dan program studi untuk memperluas jejaring serta meningkatkan kualitas riset.
Kehadiran Prof. Ahmad Dahlan dalam kegiatan keagamaan dan akademik di Melbourne menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi akademisi Muslim Indonesia di tingkat internasional. Nilai keislaman yang inklusif, pengembangan riset, dan jejaring global diharapkan dapat berjalan beriringan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....