Pasca OTT Rektor, Mahasiswa Unsoed Kembali Gelar Aksi Tuntut Pembenahan Kampus
- 24 Agt 2026 19:32 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Ratusan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purokerto menggelar aksi di depan Gedung Rektorat Unsoed, Senin (24/8/2026). Aksi ini merupakan bentuk respons keras atas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat rektor dan sejumlah pimpinan di universitas tersebut.
Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa ditemui langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsoed yang baru, Prof Ali Rokhman. Aksi tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait pembenahan tata kelola kampus.
Presiden BEM Unsoed, Azza Febra Pramudika, mengatakan aksi mahasiswa tidak diarahkan untuk melakukan tindakan anarkis. Menurutnya, gerakan tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa sekaligus upaya mendorong perbaikan sistem di lingkungan perguruan tinggi.
"Orientasi kita hari ini bukan untuk membicarakan Pak Sodiq lagi yang sedang ditangkap. Tapi orientasi kita adalah mengamankan institusi pendidikan kita, Universitas Jenderal Soedirman, dari oknum-oknum yang memanfaatkan krisis politik hari ini," kata Azza.
Ia menegaskan mahasiswa meminta pimpinan baru Unsoed melakukan pembenahan terhadap berbagai persoalan tata kelola kampus. Beberapa hal yang menjadi perhatian mahasiswa antara lain akuntabilitas dan transparansi kebijakan, pencegahan kekerasan seksual, fasilitas dan infrastruktur pendidikan, serta dugaan komersialisasi pendidikan.
Mahasiswa juga menyoroti proses penerimaan mahasiswa baru, khususnya jalur mandiri. Azza meminta proses penerimaan mahasiswa baru ke depan dilakukan secara transparan dan melibatkan mahasiswa dalam pengawasan kebijakan.
"Mahasiswa harus tahu proses transparansinya dan roadmap-nya seperti apa satu tahun ke depan ini dalam menerima mahasiswa mandiri nanti," ujarnya.
Menurut Azza, keterbukaan tersebut penting agar kebijakan penerimaan mahasiswa baru tidak hanya ditentukan secara internal oleh birokrasi kampus. Mahasiswa perlu mendapatkan ruang untuk mengetahui proses dan kebijakan yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pendidikan.
Selain persoalan penerimaan mahasiswa baru, BEM Unsoed juga mempertanyakan fungsi pengawasan internal kampus. Azza menilai Senat Unsoed perlu menjalankan fungsi pengawasan secara lebih optimal terhadap kebijakan dan praktik birokrasi universitas.
Terkait keberadaan Plt Rektor Unsoed Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si., Azza menegaskan mahasiswa tidak bermaksud memberikan legitimasi maupun dukungan personal kepada pimpinan baru tersebut. Menurutnya mahasiswa akan tetap mengawal setiap kebijakan pimpinan dengan menempatkan kepentingan institusi dan mahasiswa sebagai prioritas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....