Takmir Masjid se-Bengbulang Ikuti Halaqah Manajemen untuk Memakmurkan Masjid
- 24 Agt 2026 11:42 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap - Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan masjid dan mushola, telah dilaksanakan Halaqah Manajemen Masjid dan Mushola dengan tema “Penguatan Kapasitas Takmir Masjid dan Mushola se-Desa Bengbulang”, pada Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus masjid dan mushola se-Desa Bengbulang sebagai ruang untuk memperkuat pemahaman, berbagi pengalaman, serta membangun semangat bersama dalam memakmurkan masjid.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai manajemen kepengurusan, tetapi juga berdiskusi mengenai berbagai tantangan dalam mengelola masjid dan mushola di lingkungan masing-masing. Pembahasan mencakup pentingnya pembagian tugas pengurus, pengelolaan kegiatan keagamaan, pemeliharaan fasilitas, serta membangun komunikasi yang baik dengan jamaah.
Melalui kegiatan ini, para takmir didorong untuk menjadikan masjid dan mushola tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang yang dapat mempererat silaturahmi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan keagamaan, pendidikan Al-Qur’an, pembinaan generasi muda, hingga kegiatan sosial menjadi bagian yang dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam halaqah adalah pentingnya regenerasi kepengurusan. Regenerasi diperlukan agar kegiatan masjid dapat terus berjalan dan tidak hanya bergantung pada pengurus yang sudah lama aktif. Generasi muda diharapkan mulai dilibatkan dalam berbagai kegiatan sehingga memiliki pengalaman dan kesiapan untuk melanjutkan kepengurusan di masa mendatang.
Ketua MWCNU Cilacap menyampaikan bahwa regenerasi merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas masjid dan mushola.
“Kepengurusan masjid dan mushola perlu terus melakukan regenerasi. Anak-anak muda perlu diberi ruang untuk ikut terlibat, belajar, dan mengambil peran. Dengan adanya regenerasi, kegiatan masjid akan tetap aktif dan kepengurusannya dapat terus berjalan,” ungkapnya.
Menurutnya, regenerasi bukan berarti mengesampingkan pengurus yang lebih senior. Pengalaman para pengurus lama justru menjadi bekal penting bagi generasi muda. Kolaborasi antara pengurus senior dan generasi muda diharapkan mampu menghadirkan kepengurusan yang lebih solid, aktif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Selain membahas regenerasi, halaqah juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarpengurus masjid dan mushola. Para peserta dapat saling bertukar pengalaman mengenai kegiatan yang telah berjalan, kendala yang dihadapi, serta berbagai gagasan yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.
Keberadaan takmir memiliki peran penting dalam menjaga agar masjid tetap hidup dan dekat dengan masyarakat. Karena itu, pengelolaan masjid membutuhkan kerja sama antara pengurus, jamaah, dan generasi muda. Dengan komunikasi yang baik dan pembagian peran yang jelas, berbagai kegiatan keagamaan maupun sosial diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Halaqah ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pertemuan semata, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas kepengurusan masjid dan mushola di Desa Bengbulang. Semangat kebersamaan, keterlibatan generasi muda, dan regenerasi kepengurusan menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
Melalui penguatan kapasitas takmir, masjid dan mushola se-Desa Bengbulang diharapkan semakin aktif sebagai tempat ibadah, pendidikan, silaturahmi, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan pengurus yang solid dan dukungan masyarakat, masjid diharapkan terus hidup dan memberikan manfaat bagi seluruh warga Desa Bengbulang. (Siti Chotijah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....