Purbalingga Carnival HUT RI ke 81 Peduli Bencana

  • 22 Agt 2026 18:33 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, PURBALINGGA — Kepedulian terhadap korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan menggerakkan Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersama jajaran aparatur sipil negara (ASN) untuk menggalang dana kemanusiaan.

Terkumpul dana sebanyak Rp 181.441.853 yang diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Purbalingga Herni Sulasti kepada Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif dan Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani. Selanjutnya, bantuan secara simbolis diserahkan kepada Ketua PMI Kabupaten Purbalingga Hanung Wikantono untuk diteruskan kepada masyarakat terdampak bencana di NTT dan Kalimantan.

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan, penggalangan dana tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah bersama jajaran ASN Purbalingga terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana.

“Donasi yang terkumpul nantinya akan kami kirimkan untuk saudara-saudara kita di NTT dan Kalimantan,” kata Fahmi.

Fahmi mengajak masyarakat Purbalingga yang memiliki kemampuan secara finansial untuk turut berbagi dan membantu warga yang terdampak bencana. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Purbalingga yang memiliki kelebihan secara finansial untuk saling membantu dan mengumpulkan donasi bagi saudara-saudara kita di NTT dan Kalimantan,” ujarnya.

Menurut Fahmi, solidaritas terhadap korban bencana penting untuk terus dibangun karena masyarakat yang terdampak membutuhkan dukungan untuk dapat segera bangkit dan memulihkan kehidupannya.

“Semoga saudara-saudara kita di NTT dan Kalimantan yang saat ini sedang mengalami bencana segera dapat pulih seperti sediakala,” katanya.

Di sisi lain, Fahmi juga mengingatkan masyarakat Purbalingga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kekeringan dan kebakaran lahan maupun hutan. Pasalnya, sejumlah wilayah di Purbalingga saat ini juga mengalami kekeringan.

Ia meminta masyarakat menghemat penggunaan air dan menyimpan cadangan air apabila memiliki tempat penyimpanan yang memadai. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kondisi kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan menyimpan air apabila memiliki tempat penyimpanan. Menurut informasi dari BMKG, kekeringan yang terjadi di wilayah Purbalingga berpotensi berlangsung cukup panjang hingga Februari mendatang,” ujar Fahmi.

Selain persoalan ketersediaan air, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan dan hutan, terutama pada kondisi cuaca yang kering.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan atau hutan, seperti membakar di kebun maupun di kawasan hutan,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus melakukan penanganan terhadap wilayah yang terdampak kekeringan. Salah satunya melalui distribusi air bersih secara rutin kepada masyarakat yang membutuhkan.

Fahmi mengatakan, masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dapat melaporkan kondisi tersebut melalui kanal Lapor Masbup agar segera mendapat penanganan.

“Bagi wilayah di Purbalingga yang mengalami kekeringan dapat dilaporkan melalui Lapor Masbup untuk segera dilakukan penanganan berupa dropping air bersih,” kata Fahmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....