Jumat Bersih, Siswa SMAN 1 Sigaluh Bersihkan Sampah Plastik
- 21 Agt 2026 16:09 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara - Merasa terusik dengan sampah plastik yang dibakar di TPA sekolah, murid Kelas XI 7 SMAN 1 Sigaluh menggeruduk TPA Sekolah, sumber munculnya asap berbau menyengat. Mereka tidak hendak demonstrasi, namun melakukan aksi nyata memilah dan mengumpulkan sampah plastik di TPA tersebut. Hal itu merupakan bagian dari kegiatan Jumat Bersih SMAN 1 Sigaluh, Jumat 21 Agustus 2026. Puluhan murid berbekal dua karung kandi terlihat memungut sampah plastik didampingi wali kelasnya.
Sampah yang mayoritas berupa botol plastik air mineral, dipastikan kosong airnya, kemudian diremas dan dimasukan ke dalam karung. Tidak kurang dari satu jam, sebanyak 10 kilogram sampah plastik berhasil mereka kumpulkan dan dikumpulkan di Bank Sampah.
Ketua Kelas XI 7 Dhavid mengungkapkan dirinya sangat terganggu dengan aroma asap pembakaran sampah plastik yang ada di sebelah masjid.
"Karena kita kelas terdekat dengan TPA, maka kita terpanggil untuk melakukan aksi nyata tidak hanya mengeluh saja. Ternyata memang betul, di sana ratusan sampah plastik menggunung. Tadi saja belum habis kita ambil," ujar Dhavid.
Siswa lainnya Khozin mengungkapkan sangat terganggu dengan pembakaran sampah di TPA tersebut.
"Sekarang sekolah kita sudah Adiwiyata, harapannya tidak lagi ada pembakaran sampah. Kalaupun ada, harapannya terbatas karena sampah sudah dipilah. Kemarin kan sampahnya masih jadi satu, dibakar, sehingga berhari-hari asap dari sampah plastik mengebul. Padahal di sebelah TPA ada masjid. Jadi tidak khusyu sholat kita. Mudah-mudahan ini menjadi pembakaran sampah yang terakhir," harap Khozin.
Koordinator Pengelolaan Sampah Program Adiwiyata SMAN 1 Sigaluh Fatonah mengungkapkan pihaknya terus menerus melakukan perbaikan program.
"Tong sampah yang terpisah kita terus lengkapi. Dan yang terpenting adalah edukasi agar semua warga sekolah mau memilah sampah sejak awal. Kalau sampah sudah terpisah, maka akan mudah mengelolanya. Plastik dan kertas kita jual untuk didaur ulang kepada pengepul, sampah organik kita jadikan kompos dan sampah residu kita kirim ke TPA. Ke depan insyaallah akan lebih baik lagi," ujar Fatonah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....