Wakil Rektor III UIN Saizu Pastikan Kondisi Korban Insiden Flying Fox Membaik
- 21 Agt 2026 00:18 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Sunhaji, memastikan kondisi mahasiswa yang mengalami insiden saat demonstrasi flying fox dalam rangkaian PBAK 2026 terus membaik.
Prof. Sunhaji menjenguk Umi Nazelatul Maghfiroh, anggota UKM KMPA Faktapala, Kamis (20/8/2026). Berdasarkan hasil pemeriksaan dan rontgen, mahasiswa semester tiga Program Studi Perbankan Syariah FEBI tersebut tidak mengalami patah tulang dan hanya mengalami memar.
“Alhamdulillah pada hari ini Mbak Zela sudah sehat. Saat ini katanya hanya masih ada memar, mungkin sehari dua hari kembali membaik,” ujar Prof. Sunhaji.
Ia menjelaskan, Umi atau yang akrab disapa Zela bukan mahasiswa baru, melainkan anggota KMPA Faktapala yang telah mendapatkan pelatihan terkait kegiatan flying fox.
Menurut Prof. Sunhaji, insiden tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh, termasuk kondisi peralatan dan faktor cuaca saat kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Ketua Umum KMPA Faktapala UIN Saizu, Aulia Alfa Zain, mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan dan uji coba peralatan sebelum demonstrasi. Uji coba juga dilakukan dengan pendampingan tenaga profesional.
Menurutnya, salah satu perangkat yang digunakan berbahan baja dan memiliki karakter peluncuran lebih cepat. Kondisi cuaca yang panas diduga turut memengaruhi kinerja peralatan dan proses pengereman.
“Memang kalau yang bahan baja itu peluncurannya agak sedikit cepat. Mungkin karena waktu itu cuacanya panas, sehingga terjadi pemuaian sedikit pada bahan tersebut,” katanya.
Meski terjadi insiden, Gondo memastikan sistem pengamanan tetap bekerja sehingga dampaknya tidak menjadi lebih serius. Ia menyebut evaluasi akan dilakukan, terutama terhadap kelayakan peralatan yang digunakan.
“Ke depannya tentu akan lebih diperhatikan lagi penggunaan alatnya. Ada beberapa alat yang mungkin sebaiknya dilakukan peremajaan supaya lebih aman,” ujarnya.
Gondo menambahkan, kondisi Zela kini semakin membaik dan sudah dapat beraktivitas. Setelah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan obat, rasa nyeri yang dirasakan sebelumnya juga berkurang.
UIN Saizu memastikan insiden tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan aspek keselamatan dalam setiap kegiatan mahasiswa, khususnya aktivitas yang memiliki risiko. Kampus menekankan pentingnya kesiapan peralatan, penerapan prosedur keselamatan, serta pendampingan profesional.
Prof. Sunhaji berharap Zela dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali mengikuti kegiatan akademik maupun kemahasiswaan seperti biasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....