Rektor UIN Saizu Jenguk Mahasiswa yang Alami Insiden Flying Fox

  • 20 Agt 2026 07:55 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Rektor Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan, menjenguk mahasiswa yang mengalami insiden saat demonstrasi flying fox dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026, Rabu (19/8/2026).

Mahasiswa bernama Umi Nazelatul Maghfiroh, 20 tahun, merupakan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Faktapala. Ia mengalami benturan saat mengikuti demonstrasi flying fox di hadapan mahasiswa baru.

Prof. Ridwan mengatakan, kondisi Umi saat ini baik setelah menjalani pemeriksaan di RS Orthopaedi Purwokerto. Mahasiswa tersebut mengalami memar akibat benturan, namun tidak ditemukan luka serius yang membutuhkan tindakan medis lanjutan maupun operasi.

“Alhamdulillah, setelah mendapatkan pemeriksaan medis, kondisinya baik dan sudah diperbolehkan pulang. Tidak ada masalah serius yang membutuhkan tindakan medis lanjutan, Umi Nazelatul hanya mengalami memar,” ujarnya.

Menurut Prof. Ridwan, insiden terjadi sekitar pukul 11.20 WIB saat UKM Faktapala melakukan demonstrasi kemampuan flying fox. Peragaan serupa sebelumnya juga telah dilakukan pada hari pertama PBAK.

Berdasarkan informasi dari Unit Siaga SAR (USS) Banyumas, laporan mengenai insiden tersebut diterima sekitar pukul 12.15 WIB. Tim rescue kemudian diberangkatkan dan tiba di lokasi sekitar pukul 12.55 WIB untuk melakukan asesmen serta penanganan awal.

Proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan. Sekitar pukul 13.30 WIB, korban berhasil dievakuasi dan kemudian dibawa ke RS Orthopaedi Purwokerto untuk menjalani pemeriksaan medis.

Prof. Ridwan mengatakan, berdasarkan informasi awal, insiden diduga berkaitan dengan sistem pengereman flying fox yang kurang optimal. Kondisi cuaca yang cukup panas juga menjadi salah satu faktor yang masih diperhatikan karena dapat memengaruhi kinerja peralatan.

“Bukan tidak berfungsi, tetapi pengeremannya kurang optimal sehingga masih terjadi benturan,” katanya.

Rektor menyampaikan apresiasi kepada Basarnas, Damkar Banyumas, tim SAR gabungan, serta pihak lain yang membantu proses evakuasi dan penanganan mahasiswa.

Selain memastikan kondisi kesehatan korban, pihak UIN Saizu juga memberikan bantuan biaya kesehatan sebagai bentuk perhatian kampus kepada mahasiswa.

Prof. Ridwan menegaskan, hal terpenting saat ini adalah memastikan mahasiswa yang mengalami insiden mendapatkan penanganan medis dan dapat segera kembali beraktivitas setelah kondisinya pulih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....