Workshop Musik Banyumas Satukan Talenta Modern dan Tradisi
- 19 Agt 2026 17:13 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas menggelar Workshop Musik Modern dan Tradisi di Taman Budaya Soetedja, 19-21 Agustus 2026. Kegiatan ini mempertemukan generasi muda yang telah memiliki pengalaman di bidang musik untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengeksplorasi kolaborasi musik modern dan tradisi.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas, Amyati, mengatakan workshop tersebut menjadi bagian dari program pengembangan talenta sumber daya manusia di bidang kebudayaan. Kegiatan didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik dari Kementerian Kebudayaan tahun 2026.
Menurutnya, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari pemateri, tetapi juga ditargetkan menghasilkan karya musik yang dapat ditampilkan dalam Festival Taman Budaya Soetedja pada Oktober mendatang.
"Kami berharap output kegiatan ini nantinya ada hasil karya musik, baik modern maupun tradisi, yang akan ditampilkan pada saat Festival Taman Budaya Soetedja," ujarnya.
Workshop menghadirkan empat pemateri, yakni Koko Adrianto, Evan Bastian, Rafiliano Udeti, dan Rizki Sujatmoko. Materi yang diberikan meliputi aransemen, komposisi, progresi kord, teori musik, hingga sejarah musik.
Pemateri workshop, Evan Bastian, mengatakan perpaduan musik modern dan tradisi dapat menghasilkan genre kontemporer dengan berbagai bentuk. Menurutnya, unsur modern dan tradisi dapat dipadukan tanpa harus menghilangkan karakter masing-masing.
"Kalau dari dua-duanya, elemen variabel jenis alat musiknya, tradisi dan modern, menjadi kontemporer," katanya kepada RRI, Selasa (19/8/2026).
Evan berharap peserta mampu memperluas wawasan dan pengalaman, terutama dalam menyusun aransemen yang menggabungkan unsur musik modern dengan tradisi.

Sementara itu, Sekretaris Dinporabudpar Banyumas, Wahyudiono, menilai pengalaman peserta menjadi modal penting dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi karena sebagian besar peserta maupun pemateri berasal dari kalangan muda, termasuk mereka yang telah memiliki pengalaman di musik tradisi.
Menurut Wahyu, kondisi tersebut membuka peluang bagi lahirnya kolaborasi antara musik modern dan tradisi yang tetap mempertahankan identitas budaya Banyumas.
"Musik modern dan musik tradisi tidak harus dipertentangkan. Keduanya dapat dipertemukan melalui kreativitas dan inovasi sehingga menghasilkan karya baru tanpa kehilangan jati diri dan budaya," ujarnya.
Salah satu peserta, Sofiawan Erisetiyanto dari SMA Negeri 5 Purwokerto, merupakan peserta yang telah memiliki pengalaman di bidang musik. Ia mulai mengikuti band sejak kelas 10. Sebelumnya, Sofiawan juga aktif mempelajari karawitan selama menempuh pendidikan di SMP Negeri 5 Purwokerto.
Pengalamannya di bidang karawitan bahkan membawanya meraih juara pertama Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLSN) tingkat Kabupaten Banyumas sebanyak dua kali. Ia juga pernah mewakili Banyumas dalam kompetisi di Surakarta.
Sofiawan mengatakan pengalaman di musik modern dan tradisi membuatnya tertarik mengikuti workshop tersebut untuk memperluas kemampuan.
"Saya harap mendapat ilmu yang lebih luas lagi yang belum saya ketahui. Kemudian saya bisa mengembangkan potensi dan bakat yang ada dalam diri saya," katanya.
Melalui workshop tersebut, Dinporabudpar Banyumas berharap talenta muda yang sudah memiliki pengalaman dapat semakin mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya musik baru. Karya peserta selanjutnya akan dipersiapkan untuk ditampilkan dalam Festival Taman Budaya Soetedja pada Oktober 2026. (Ilham Falih Qushoyyi).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....