PBAK UIN Saizu 2026 Kenalkan Budaya Kampus dan Nilai Keislaman

  • 18 Agt 2026 19:41 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri atau UIN Saizu Purwokerto menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi 2.832 mahasiswa baru tahun akademik 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus membangun kesiapan sebelum menjalani kehidupan perkuliahan.

Ketua PBAK UIN Saizu, Faris Alfiansyah, mengatakan pelaksanaan PBAK tahun ini mengusung tiga konsep utama, yakni modern, nusantara, dan akhlakul karimah. Konsep tersebut diterapkan dalam berbagai rangkaian kegiatan, termasuk pembukaan yang melibatkan sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

"Konsep utama pada pelaksanaan PBAK kali ini yaitu kita membawa tiga tema utama, yaitu modern, nusantara, dan juga akhlakul karimah," ujarnya kepada RRI, Selasa (18/8/2026).

Menurut Faris, salah satu pembeda PBAK tahun ini terdapat pada konsep pembukaan. Panitia menggandeng empat UKM, yakni UKM Karawitan, Pramuka, Fakta Pala, dan Teater untuk menghadirkan pertunjukan Tari Nusantara.

Pertunjukan tersebut menampilkan sembilan tarian daerah yang dilanjutkan dengan drama musikal dari UKM Teater serta atraksi dari UKM Fakta Pala. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya panitia memperkenalkan keragaman budaya sekaligus aktivitas mahasiswa kepada mahasiswa baru.

Sementara itu, Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan, mengatakan PBAK memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa baru beradaptasi dari lingkungan sekolah menuju kehidupan perguruan tinggi.

"PBAK adalah forum untuk pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan bagi mahasiswa baru. Ini menjadi acara penting dalam rangka membangun pengetahuan, literasi, sekaligus kesadaran baru," katanya.

Ia menjelaskan, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan sistem akademik, tetapi juga struktur dan berbagai aktivitas kemahasiswaan di lingkungan UIN Saizu. Mahasiswa diharapkan memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai intelektual muda.

Selain materi akademik dan kemahasiswaan, rangkaian PBAK tahun ini juga menghadirkan Muhammad Yusuf Al-Lampungi, pendakwah muda sekaligus kreator konten asal Lampung. Kehadirannya menjadi bagian dari penguatan materi keislaman dan motivasi bagi mahasiswa baru dalam memasuki kehidupan kampus.

Prof. Ridwan berharap mahasiswa baru dapat menjadi pribadi yang aktif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia juga mendorong mahasiswa mengikuti berbagai organisasi dan kegiatan kampus sebagai bagian dari proses pengembangan diri.

"Jadilah mahasiswa yang aktif untuk membangun fondasi prestasi bagi masa depan kehidupan mereka," ujarnya.

Salah satu mahasiswa baru, Rasyid Zaki Akbar dari Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora, mengaku antusias mengikuti PBAK. Ia berharap dapat mengembangkan kemampuan akademiknya hingga melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

"Masuk di UIN saya merasa ada harapan yang tinggi. Pengin S3 di luar negeri," katanya.

PBAK UIN Saizu 2026 berlangsung selama tiga hari. Rangkaian kegiatan mencakup technical meeting, pembukaan, hingga kegiatan pengenalan akademik, organisasi kemahasiswaan, unit kegiatan mahasiswa, unit kegiatan khusus, serta berbagai layanan dan lembaga yang ada di lingkungan kampus. (Ilham Falih Qushoyyi).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....