Kopdar Layang-Layang di Pantai Bunton Dorong UMKM dan Kesadaran Jaga Kebersihan

  • 16 Agt 2026 22:38 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap – Puluhan komunitas dan penggemar layang-layang dari berbagai daerah memeriahkan Kopdar Hari Kemerdekaan Indonesia di Pantai Bunton, Kabupaten Cilacap, Minggu (16/8/2026).

Mengusung tema “Merdeka di Udara, Bersatu dalam Budaya”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya komunitas layang-layang, tetapi juga dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi wisata Pantai Bunton sekaligus mendorong perekonomian pelaku UMKM setempat.

Ketua Panitia, Doni Himawan mengatakan, kegiatan sengaja digelar di Pantai Bunton agar semakin dikenal masyarakat luas, termasuk dari wilayah Cilacap, Kebumen, hingga Purwokerto.

“Harapannya kita menaikkan UMKM sini, memperkenalkan Pantai Bunton ke kancah nasional agar lebih ramai dan dilihat masyarakat sekitar Kabupaten Cilacap, Kebumen, dan Purwokerto,” ujarnya.

Doni mengatakan, sekitar 40 tim mengikuti kegiatan tersebut. Peserta tidak dikenai biaya pendaftaran, namun dikenai iuran Rp10 ribu untuk setiap layang-layang. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan kebersihan pantai dan hadiah bagi peserta.

Menurutnya, ketentuan tersebut sekaligus menjadi upaya menumbuhkan kepedulian peserta dan masyarakat terhadap kebersihan kawasan wisata.

“Harapan saya Pantai Bunton ini bisa menjadi salah satu pantai yang bersih. Saya berinisiatif mengadakan ini supaya masyarakat lebih sadar akan kebersihan pantai,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti penilaian kreativitas layang-layang, khususnya bentuk naga. Penilaian dibedakan berdasarkan bahan kain dan plastik, dengan memperhatikan tingkat kerumitan serta kerapian hasil karya.

Salah satu peserta, Agung Rianto dari Tim Aqila Kite Cilacap, mengaku membuat sendiri layang-layang yang dibawanya. Proses pembuatannya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan dengan biaya lebih dari Rp2 juta.

“Pakai bahan parasut,” katanya.

Sementara itu, peserta lain, Hendra dari Karangsari, Kecamatan Adipala, datang mendampingi anaknya yang mengikuti kegiatan tersebut. Layang-layang yang dibawa merupakan hasil karya sang anak bersama teman-temannya.

Menurut Hendra, waktu pembuatan layang-layang bergantung pada tingkat kerumitan pola. Prosesnya bisa berlangsung dua hingga tiga hari hingga paling lama sekitar satu minggu.

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga memberikan hadiah khusus bagi peserta yang membawa layang-layang dengan gambar bendera Indonesia berukuran paling besar.

Kopdar Layang-Layang Hari Kemerdekaan ini didukung Parangkusumo International Kite Festival, Pokdarwis Bahari Bunton, serta sejumlah komunitas layang-layang dari berbagai daerah.

Panitia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda tahunan untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus memperkenalkan Pantai Bunton dan mendorong masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan kawasan pantai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....