Santri MBS Wanayasa Belajar Bahasa Asing Bareng Mahasiswa Internasional UMP
- 16 Agt 2026 19:43 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) memperluas pembelajaran bahasa berbasis praktik melalui kolaborasi dengan Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (PP MBS) Wanayasa, Banjarnegara. Kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada para santri untuk berkomunikasi langsung dengan mahasiswa internasional UMP dari Palestina, Mali, dan Sudan.
Program bertajuk “Penguatan Kelas Bilingual pada Pembelajaran Bahasa Terintegrasi dengan Budaya Karakter Islami” itu berlangsung di PP MBS Wanayasa, Selasa (4/8/2026). Kegiatan merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) UMP dan PP MBS Wanayasa.
Tiga mahasiswa internasional UMP yang terlibat yakni Samara, mahasiswa Magister PAI asal Palestina; Jibril, mahasiswa S1 Pendidikan Agama Islam asal Mali; dan Ahmed Fawzi, mahasiswa Teknik Sipil asal Sudan.
Dalam kegiatan tersebut, para santri tidak hanya menerima materi bahasa di dalam kelas. Mereka diajak berkomunikasi secara langsung melalui percakapan, tanya jawab, permainan edukatif, kegiatan kelompok, serta berbagai latihan komunikasi sederhana.
Interaksi tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi santri untuk mengenal budaya dan kehidupan masyarakat dari negara lain. Pengalaman berkomunikasi langsung dengan mahasiswa internasional diharapkan dapat meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri santri dalam menggunakan bahasa asing.
Ketua Program Studi Magister PAI UMP, Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag., mengatakan pembelajaran bahasa perlu memberikan ruang bagi peserta didik untuk mempraktikkan kemampuan mereka dalam situasi nyata.
“Pembelajaran bahasa tidak cukup hanya dengan menghafalkan kosakata dan memahami tata bahasa. Santri perlu memiliki kesempatan menggunakan bahasa dalam situasi nyata,” ujarnya.
Menurut Darodjat, interaksi dengan mahasiswa dari Palestina, Mali, dan Sudan juga memberikan pengalaman mengenai keberagaman budaya dan kehidupan umat Islam di berbagai negara.
Ia menilai kemampuan bahasa asing perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Santri diharapkan memiliki kemampuan berkomunikasi secara global, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai dan identitas keislaman.
“Target kita bukan sekadar santri mampu berbahasa asing, tetapi mampu menjadi pribadi yang percaya diri, terbuka terhadap dunia, memiliki karakter Islami, dan tetap kuat dengan identitas sebagai santri,” katanya.
Darodjat menjelaskan, pengalaman internasional tidak harus diperoleh dengan mengirim mahasiswa atau pelajar ke luar negeri. Pengalaman tersebut juga dapat dihadirkan melalui interaksi langsung dengan mahasiswa dari berbagai negara.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa internasional UMP di PP MBS Wanayasa menjadi salah satu bentuk pembelajaran lintas budaya yang dapat dirasakan langsung oleh santri.
Selain mendukung pembelajaran bahasa, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi kerja sama antara UMP dan PP MBS Wanayasa. Kolaborasi itu diarahkan untuk mengembangkan pembelajaran yang menggabungkan kemampuan bahasa dengan pembentukan karakter Islami.
Mudir Ma'had PP MBS Wanayasa, Al-Ustadz KH. Wahyudin, S.Ag., M.S.I., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai interaksi dengan mahasiswa dari tiga negara memberikan pengalaman berbeda bagi para santri.
“Kami sangat mengapresiasi program ini. Anak-anak mendapatkan pengalaman yang luar biasa karena bisa berinteraksi langsung dengan mahasiswa internasional,” ujarnya.
Wahyudin mengatakan kemampuan bahasa dan wawasan internasional semakin dibutuhkan santri. Namun, kemampuan tersebut tetap perlu disertai akhlak dan adab yang baik.
Ia berharap santri MBS Wanayasa dapat terbuka terhadap perbedaan dan mampu berkomunikasi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang tanpa kehilangan identitas sebagai seorang muslim.
Selama kegiatan berlangsung, para santri terlihat aktif mengikuti berbagai aktivitas yang diberikan. Mereka mencoba berkomunikasi, menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, dan berdiskusi bersama mahasiswa internasional.
Bagi sejumlah santri, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama berkomunikasi secara langsung dengan warga negara asing. Interaksi itu juga membantu mereka lebih berani menggunakan bahasa asing dalam percakapan.
Melalui kegiatan tersebut, UMP dan PP MBS Wanayasa berupaya mengembangkan pembelajaran bilingual yang tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa, tetapi juga wawasan lintas budaya dan pembentukan karakter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....