UHN Tegal Dorong Layanan Kesehatan Primer Berpusat pada Masyarakat

  • 14 Agt 2026 13:27 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kota Tegal - Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal mendorong penguatan layanan kesehatan primer di Indonesia dengan menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai pusat pelayanan. Gagasan tersebut disampaikan dalam kuliah umum bertajuk “People at the Center: Reimagining the Future of Primary Healthcare in Indonesia” yang menghadirkan Diah Satyani Saminarsi dari CISDI serta Dr. Phuong N. Pham dari Harvard Medical School dan Harvard T.H. Chan School of Public Health, Kamis (13/8/2026).

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UHN Tegal, Gunawan Adip Ahmadi, mengatakan layanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga bagaimana sistem kesehatan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, masyarakat perlu ditempatkan sebagai subjek dengan melibatkan mereka dalam proses pelayanan kesehatan.

“Bahwa layanan kesehatan itu ingin menempatkan manusia sebagai subjek. Dan karena manusia sebagai subjek, karena itu dalam pelayanan bagaimanapun juga harus mendengar, memahami, dan melibatkan masyarakat,” ujar Gunawan.

Ia menilai perkembangan teknologi kesehatan harus tetap diarahkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Menurutnya, teknologi tidak seharusnya menjadi tujuan utama, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan UHN Tegal sekaligus pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) CISDI, Diah Satyani Saminarsi, menjelaskan layanan kesehatan primer merupakan ekosistem yang tidak hanya melibatkan fasilitas dan tenaga kesehatan. Ekosistem tersebut juga mencakup masyarakat dan pemerintah, sehingga penguatan layanan primer perlu dilakukan dengan memahami persoalan yang dialami masyarakat secara langsung.

Diah mengatakan pendekatan people-centered care menempatkan masyarakat sebagai titik pusat pembangunan kesehatan. Melalui pendekatan tersebut, kebutuhan, hambatan, serta persoalan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan perlu diketahui terlebih dahulu sebelum menentukan bentuk pelayanan yang diberikan.

“Jadi enggak berangkat dari sistem yang dibagi enam tadi, sistem itu ada, dipergunakan, tapi ditanya orangnya, masalahnya sebenarnya apa? Apa halangan yang ditemui untuk mengakses layanan kesehatan? Apa yang sebenarnya menjadi masalah?” kata Diah.

Diah juga memperkenalkan Primary Healthcare Impact Lab (PHIL), yang dikembangkan melalui kolaborasi UHN, CISDI, Tamaris, dan Harvard sebagai knowledge partner. PHIL diarahkan untuk melakukan penelitian berbasis persoalan masyarakat, mengembangkan inovasi layanan kesehatan primer, serta menguji penerapannya sebelum dikembangkan lebih luas.

Menurut Diah, keberadaan PHIL di UHN Tegal juga membuka ruang bagi mahasiswa dan civitas akademika untuk terlibat dalam penelitian layanan kesehatan primer. Sejumlah mahasiswa UHN sebelumnya telah dilibatkan sebagai enumerator dalam pengumpulan data lapangan untuk memetakan kebutuhan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Dr. Phuong N. Pham dari Harvard Medical School dan Harvard T.H. Chan School of Public Health menilai tantangan layanan kesehatan saat ini bukan semata persoalan ketersediaan teknologi. Menurutnya, inovasi kesehatan perlu diikuti penelitian dan strategi penerapan agar teknologi serta pengetahuan yang sudah tersedia dapat benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Ini bukan masalah teknologi, ini tentang diffusion problem. Ini tentang action-oriented research problem. Bagaimana kita membawa ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru kepada orang-orang yang paling membutuhkannya,” ujar Phuong.

Phuong menekankan pentingnya kolaborasi berbagai bidang dalam pengembangan inovasi kesehatan, mulai dari peneliti, teknologi, komunikasi hingga kebijakan. Ia juga mendorong mahasiswa untuk menjadikan persoalan yang ditemui di lingkungan sekitar sebagai bahan penelitian yang dilakukan secara sistematis.

Kuliah umum tersebut sekaligus menjadi ruang pengenalan PHIL sebagai wadah kolaborasi penelitian dan inovasi layanan kesehatan primer di UHN Tegal. Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan layanan kesehatan diarahkan untuk berangkat dari persoalan nyata masyarakat dan menghasilkan pengetahuan yang dapat digunakan untuk memperbaiki sistem kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....