Khutbatul Arsy 2026, PPM Darunnajat Perkuat Nilai Kepesantrenan

  • 14 Agt 2026 10:55 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Brebes - Pondok Pesantren Modern (PPM) Darunnajat kembali menggelar perhelatan tahunan yang sangat dinantikan oleh seluruh santri dan jajaran pengasuh, yakni Kuliah Umum Khutbatul Arsy. Kegiatan pembekalan kepesantrenan yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai dari Senin hingga Rabu (10–12 Agustus 2026) ini, bertempat di aula utama PPM Darunnajat dan diikuti oleh seluruh santri dengan penuh antusiasme serta khidmat.

Rangkaian acara diawali dengan suasana spiritual yang sangat kental. Pada setiap awal babak materi, lantunan selawat dan bait-bait Burdah berkumandang dengan syahdu, dipimpin langsung oleh Pengasuh PPM Darunnajat, Kyai Miqdam Muntaqo. Suasana religius ini berhasil membangun kesiapan mental dan ketenangan spiritual bagi para santri sebelum menerima guyuran ilmu dari para narasumber.

Pada hari pertama, Senin (10/8), materi difokuskan pada penguatan fondasi kesantrian dan kelembagaan. Tiga narasumber utama hadir mengisi panggung utama: Kyai Ilzam Sayyidan membawakan tema Kesantrian, Kyai Muhammad Nabhan Perdana membedah Nilai-Nilai Pondok, serta Ust. Lutfi Amrulloh memaparkan Struktur Pondok.

Dalam penyampaiannya yang menggugah, Kyai Ilzam Sayyidan menekankan pentingnya meluruskan niat dalam menuntut ilmu di pesantren. Beliau menyampaikan pesan mendalam terkait tujuan bertandangnya seseorang ke pondok.

"Kalau ke Darunnajat apa yang kau cari? Itu jawabannya beragam tergantung siapa yang datang. Kalau pejabat mungkin minta dukungan, doa, atau restu. Kalau alumni mungkin di antaranya karena kangen sama pondok atau pengen ziarah Abah Yai. Namun, khusus untuk santri, datang ke Darunnajat rugi kalau hanya mencari sandal, hanya mencari jodoh, atau mencari pekerjaan. Santri jangan hanya mencari hal-hal dunia saja, tapi harus didasari ikhlas rida lillahi ta'ala. Yang kedua untuk mencari ilmu, dan yang ketiga untuk menjadi anak yang saleh."

Memasuki hari kedua, Selasa (11/8), materi disajikan secara komprehensif mencakup tata kelola dan prinsip dasar pesantren. Sesi diawali kembali oleh Kyai Muhammad Nabhan Perdana dengan materi Nilai-Nilai Pondok, dilanjutkan oleh Usth. Bahiyatul Musfaidah mengenai Keuangan, Ust. Izzul Muzakki membawakan materi ke-KMI-an, serta Ust. Mukhlis yang menutup sesi dengan topik Kepengasuhan.

Pada kesempatan tersebut, Kyai Muhammad Nabhan Perdana menerangkan landasan orientasi yang harus dipegang teguh oleh setiap insan pesantren. Beliau menerangkan bahwa ada empat orientasi utama di pondok pesantren, yaitu orientasi kemasyarakatan, kesederhanaan, tidak berpartai (bebas dari politik praktis), serta tholabul 'ilmi lillahi ta'ala (menuntut ilmu semata-mata karena Allah Swt.).

Hari terakhir, Rabu (12/8), diisi dengan pemaparan yang tak kalah krusial. Ust. Dr. Agus Trimulyo menyampaikan materi Motivasi dalam Belajar, Ust. Ihdi Maadi memaparkan Keekonomian dan Sarana Prasarana (Sarpras), serta Ust. Abdul Wahab menguraikan Sejarah Pondok.

Dalam paparan motivasinya, Dr. Agus Trimulyo memetakan tiga pijakan utama kehidupan pesantren. Beliau menjelaskan bahwa ada tiga hal yang umumnya berkaitan erat dengan pondok kita, yaitu ilmu, adab, dan khidmah. Lebih lanjut, beliau menekankan fondasi dorongan diri santri dengan menyatakan bahwa motivasi itu terdiri dari niat, target, dan kebiasaan.

Sementara itu, Ust. Abdul Wahab mengajak para santri menelusuri jejak historis berdirinya PPM Darunnajat. Beliau menuturkan kepemimpinan pondok dari masa ke masa.

"Generasi pertama Pengasuh PPM Darunnajat adalah Abah Yai Aminuddin Masyhudi, dan sekarang diteruskan di generasi kedua oleh Kyai Miqdam Muntaqo. Kemudian, tahun berdirinya pondok ini kalau sesuai akta notaris adalah tahun 1983. Namun sebetulnya, kegiatan belajar mengajar sudah berjalan jauh sebelum tahun tersebut."

Di luar pemaparan materi yang berbobot, panitia Khutbatul Arsy merancang acara dengan penuh dinamika agar para santri tetap segar dan bersemangat. Pada setiap jeda istirahat, panggung dihibur oleh penampilan tim nasyid putra dan putri secara bergantian. Mereka membawakan lagu-lagu islami dengan penuh kegembiraan dan keceriaan, membawa gelak tawa dan semangat baru bagi seluruh audiens.

Tidak hanya itu, pada akhir setiap sesi Kuliah Umum, panitia mengadakan sesi refleksi interaktif. Para santri diuji pemahamannya melalui berbagai pertanyaan terkait materi yang baru saja disampaikan. Santri yang berani maju ke depan dan menjawab pertanyaan dengan benar berhak mendapatkan hadiah menarik dari panitia.

Melalui perhelatan Kuliah Umum Khutbatul Arsy 2026 ini, PPM Darunnajat berhasil menancapkan kembali nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, dan semangat menuntut ilmu kepada seluruh santrinya sebagai bekal mengarungi tahun ajaran baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....