TMMD ke-129 di Banjarnegara Resmi Ditutup, Jalan Desa 737 Meter Rampung

  • 14 Agt 2026 08:09 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, resmi ditutup, Kamis (13/8/2026).

Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, dan dipimpin Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono, S.H., M.Han. Kegiatan tersebut turut dihadiri Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu dan Sekretaris Daerah Banjarnegara Hendro Cahyono.

Upacara penutupan diawali doa dan pemeriksaan pasukan, dilanjutkan pelepasan atribut serta alat kerja, laporan pelaksanaan TMMD, penandatanganan prasasti, dan penyerahan hasil pembangunan secara simbolis.

Danrem 071/Wijayakusuma yang bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan apresiasi kepada TNI-Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD.

“Terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak atas sinergi, kerja keras, dan kebersamaan selama pelaksanaan TMMD. Apa yang telah dikerjakan bersama ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Sidik.

TMMD ke-129 di Desa Gumelem Kulon mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.

Salah satu sasaran utama program tersebut adalah pembangunan jalan rabat beton sepanjang 737 meter di Dusun Kunir.

Dusun Kunir merupakan wilayah pedesaan berbukit yang menjadi akses penghubung antardesa hingga wilayah perbatasan Kabupaten Banyumas.

Pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas perekonomian masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai petani, penderes nira, perajin batik, dan pandai besi.

Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu mengatakan, selain pembangunan jalan, TMMD juga menyelesaikan sejumlah sasaran fisik lainnya.

“Semoga jalan di Dusun Kunir ini bisa bermanfaat untuk memperlancar ekonomi desa. Pembangunan RTLH dan lainnya juga bisa dinikmati dengan baik oleh warga,” ujar Nodelismen.

Sasaran fisik lainnya meliputi pembangunan gorong-gorong, talud pengaman jalan, poskamling, serta rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Adapun kegiatan nonfisik yang digelar antara lain penyuluhan, pasar murah, bazar UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan keluarga berencana (KB), dan donor darah.

Sekda Banjarnegara Hendro Cahyono mengapresiasi pelaksanaan TMMD dan hasil pembangunan yang telah diselesaikan.

Ia meminta masyarakat ikut menjaga dan merawat berbagai fasilitas yang telah dibangun melalui program tersebut.

“Jangan sampai setelah program selesai, hasil pembangunan tidak dirawat. Mari kita jaga dan pelihara bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu lama,” kata Hendro.

Sementara itu, pasangan penerima bantuan RTLH, Siti Fatimah dan Toib, mengaku bersyukur rumah mereka kini menjadi lebih layak dan nyaman untuk ditempati.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur mendapat bantuan ini. Rumah kami sekarang jauh lebih layak dan nyaman. Terima kasih kepada TNI, pemerintah, dan semua pihak yang sudah membantu kami,” ujar Siti dan Toib. (jkw)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....