Jejak Pamong, Cara Oka Yudhistira Kenalkan Sejarah Banyumas ke Generasi Muda
- 14 Agt 2026 10:23 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Sejumlah cerita sejarah dan tokoh di Banyumas yang belum banyak diketahui masyarakat kini dikenalkan melalui media sosial. Upaya tersebut dilakukan Camat Purwokerto Timur, Oka Yudhistira Pranayudha, S.STP, M.Si, yang juga aktif sebagai konten kreator melalui akun TikTok Jejak Pamong dan Instagram @okayudhis.
Oka mengatakan, ketertarikannya membuat konten edukasi sejarah bermula ketika dirinya bertugas sebagai Camat Jatilawang. Saat itu, ia mulai mengunggah berbagai informasi edukatif mengenai potensi dan komunitas adat di wilayah tersebut, meski kontennya masih didominasi foto.
Ketertarikan tersebut berlanjut ketika Oka menjabat sebagai Camat Banyumas. Ia semakin banyak menemukan tokoh, rumah tua, hingga cerita sejarah yang menurutnya menarik untuk dikenalkan kepada masyarakat.
| Baca juga: Cap Go Meh Perkuat Toleransi Banyumas |
“Di Banyumas lebih banyak lagi hal-hal yang menurut saya ini sangat bagus, sangat menarik, mengedukasi,” ujar Oka saat diwawancarai oleh Tim Dokumenter RRI Purwokerto di Kantor Kecamatan Puwokerto Timur, pada Rabu (12/8/26).
Salah satu konten yang kemudian mendorongnya untuk terus membuat konten sejarah adalah video mengenai rumah dr. Gumbreg di sebelah timur Kecamatan Banyumas. Unggahan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat melalui TikTok dan Instagram.
Menurut Oka, masyarakat memberikan apresiasi melalui tanda suka dan komentar di media sosial. Mereka juga secara langsung meminta agar Oka mengangkat lebih banyak sejarah tokoh, tempat, dan cerita unik di Banyumas.
Dalam membuat konten, Oka mengaku tidak ingin sekadar mengejar popularitas. Ia berusaha memastikan informasi yang disampaikan memiliki dasar referensi yang jelas, antara lain melalui buku, tokoh, juru kunci makam, maupun keluarga dari tokoh yang dibahas.
Selain itu, Oka mengangkat sejumlah tokoh dan tempat bersejarah, termasuk dr. Angka yang merupakan salah satu pendiri Budi Utomo. Ia berharap kiprah tokoh-tokoh tersebut dapat terus dikenang dan diketahui generasi muda.
Bagi Oka, membuat konten sejarah bukan semata-mata untuk mendapatkan keuntungan atau mengejar viralitas. Dokumentasi pribadi dan edukasi menjadi tujuan utama, sementara popularitas dan personal branding menjadi bonus.
“Yang penting saya upload saja. Karena kalau kita mengharapkan selalu viral, kita akan stres,” katanya.
Ia berharap media sosial dapat menjadi sarana yang lebih sederhana dan mudah dipahami generasi muda untuk mengenal sejarah Banyumas. Dengan bahasa yang ringan, cerita sejarah yang sebelumnya hanya tersedia dalam buku dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....