Cegah Anemia Remaja, Mahasiswa UMP Kembangkan "Bunila" dan "Bestitani"
- 13 Agt 2026 16:02 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Upaya mencegah anemia pada remaja di Desa Kalisalak, Kabupaten Banyumas, dilakukan melalui pendekatan yang menggabungkan kesehatan, pemenuhan gizi, dan pemberdayaan masyarakat.
Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjalankan pendekatan tersebut melalui Program Bunila Budidaya Ikan Nila (Bunila) dan Budidaya Anggur serta Tanaman Katuk (Bestitani) yang diperkenalkan dalam workshop di Balai Desa Kalisalak pada 15 Juli 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari subproposal bertajuk “Dopamin: Program Revitalisasi, Optimalisasi, dan Integrasi Masyarakat Desa Kalisalak Guna Mencegah dan Mengurangi Angka Anemia Remaja Menuju Desa Sehat”. Kegiatan diarahkan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan potensi perikanan dan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi sekaligus peluang ekonomi.
Workshop dihadiri Dosen Pendamping PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi UMP Apt. Anjar Mahardia Kusuma, M.Si., Kepala Desa Kalisalak beserta jajaran, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banyumas, kelompok budidaya ikan, pengurus PKK, perangkat desa, serta masyarakat.
Kepala Desa Kalisalak, Ilham Triyono, menyambut baik kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan sejumlah pihak dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
Materi pertama disampaikan perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banyumas, Arif Yulianto, S.Pi., mengenai pengembangan budidaya ikan nila. Menurutnya, ikan nila relatif mudah dibudidayakan, memiliki nilai ekonomi, serta dapat menjadi sumber protein hewani bagi keluarga.
“Selain memiliki peluang usaha yang menjanjikan, budidaya ikan nila juga kami harapkan mampu meningkatkan konsumsi protein keluarga sehingga mendukung pencegahan anemia,” ucap Arif.
Materi berikutnya mengenai Bestitani disampaikan Supriyono, S.Kom., dari Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas. Ia mengenalkan budidaya anggur dan tanaman katuk sebagai bagian dari pemanfaatan lahan pekarangan sekaligus diversifikasi pangan.
“Tanaman katuk dikenal kaya akan zat besi, vitamin, dan nutrisi yang bermanfaat dalam pembentukan sel darah merah, sedangkan budidaya anggur memiliki nilai ekonomi yang dapat menjadi peluang usaha masyarakat sekaligus meningkatkan kesehatan,” ucapnya.
Program Bunila dan Bestitani kemudian dilanjutkan dengan praktik di lapangan. Tim PPK Ormawa bersama masyarakat melakukan penyebaran benih ikan nila ke kolam budidaya serta penanaman bibit anggur dan tanaman katuk di lingkungan desa.
Ketua Tim PPK Ormawa, Meilani Wiji Astuti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi awal penerapan program yang selanjutnya akan mendapat pendampingan dari tim mahasiswa bersama pemerintah desa dan mitra terkait.
“Langkah tersebut menjadi simbol dimulainya implementasi Program Bunila dan Bestitani yang akan terus didampingi oleh Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi UMP bersama pemerintah desa dan mitra terkait,” ujar Meilani.
Salah satu peserta, Badrun, menilai program tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi sekaligus mengembangkan kegiatan budidaya di desa.
“Program ini sangat bagus untuk kemajuan desa. Melalui budi daya ikan nila, anggur, dan tanaman katuk, masyarakat memiliki alternatif dalam meningkatkan pemenuhan gizi dan zat besi, khususnya bagi anak-anak dan remaja yang mengalami anemia,” katanya.
Dosen Pendamping PPK Ormawa, Apt. Anjar Mahardia Kusuma, M.Si., mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia berharap program tidak berhenti setelah workshop, tetapi dapat terus dijalankan dan dikembangkan oleh warga.
“Program ini sudah berjalan dengan sangat baik. Antusiasme masyarakat menjadi modal utama agar program dapat terus berkembang. Harapan saya, kegiatan ini tidak berhenti hanya pada tahap awal, tetapi dapat terus berlanjut sehingga semangat warga tetap terjaga dan manfaatnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banyumas, Arif Yulianto, juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi ikut mendampingi masyarakat dalam penerapan budidaya.
Sementara itu, Bapak Said dari Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kebasen menilai program tersebut sesuai dengan kondisi Desa Kalisalak. Pemanfaatan tanaman katuk, anggur, dan ikan nila dinilai dapat mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus memberikan alternatif kegiatan ekonomi.
Melalui Program Dopamin, Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi UMP menggabungkan edukasi kesehatan dengan kegiatan pertanian dan perikanan. Pendekatan tersebut diarahkan agar upaya pencegahan anemia tidak hanya mengandalkan penyuluhan, tetapi juga didukung ketersediaan pangan bergizi di tingkat keluarga.
Program Bunila dan Bestitani selanjutnya diharapkan dapat terus dikembangkan masyarakat Desa Kalisalak. Selain mendukung pemenuhan gizi, kegiatan budidaya tersebut juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang ekonomi bagi warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....