Cegah Malaria hingga HIV/AIDS, Banyumas Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

  • 13 Agt 2026 15:24 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Pemerintah Kabupaten Banyumas memperkuat upaya penanggulangan penyakit menular dengan melibatkan berbagai sektor. Langkah tersebut dibahas dalam sosialisasi Program Penanggulangan Penyakit Menular Kabupaten Banyumas 2026 yang digelar di Oemah Daun Resto, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Banyumas dr. Dani, serta sekitar 200 peserta dari berbagai unsur.

Dalam laporan yang disampaikan dr. Dani, penyakit menular seperti malaria, demam berdarah, leptospirosis, HIV/AIDS, dan penyakit lainnya tidak hanya menjadi persoalan kesehatan. Penyakit tersebut juga dapat berdampak terhadap produktivitas masyarakat, kondisi sosial ekonomi, hingga pembangunan daerah.

"Penanggulangan penyakit tidak bisa dilakukan oleh sektor kesehatan saja, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan," kata Dani.

Menurutnya, sosialisasi tersebut dilakukan untuk menyamakan pemahaman mengenai kebijakan, strategi, dan mekanisme penanganan penyakit menular. Kesamaan pemahaman diharapkan dapat memperkuat kerja sama lintas sektor, mulai dari upaya promotif dan preventif, deteksi dini melalui surveilans, hingga pengendalian faktor risiko.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyoroti dinamika penemuan kasus penyakit menular, termasuk tuberkulosis dan HIV/AIDS. Ia mengatakan meningkatnya temuan kasus HIV/AIDS perlu dilihat dalam konteks meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara mandiri dan sukarela.

"Fenomena ini hendaknya tidak dipahami semata-mata sebagai lonjakan kasus tanpa kendali, melainkan hasil dari deteksi aktif di lapangan sehingga warga yang terinfeksi dapat segera mendapatkan penanganan medis secara tepat," ungkap Sadewo.

Sadewo mengatakan, penyebaran penyakit menular dipengaruhi sejumlah faktor, seperti kondisi sanitasi, mobilitas penduduk, kondisi sosial ekonomi, dan kepadatan penduduk. Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan.

Untuk menekan penularan, Pemkab Banyumas mendorong sejumlah langkah, antara lain memperluas edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat maupun sekolah. Kesiapsiagaan menghadapi kejadian luar biasa juga perlu diperkuat melalui sistem kewaspadaan dan deteksi dini.

Selain itu, pengelolaan lingkungan sehat menjadi perhatian, terutama melalui perbaikan sanitasi, pengendalian faktor risiko, dan pencegahan vektor penyakit. Peran puskesmas dan perangkat daerah juga akan dioptimalkan dalam pemantauan kondisi kesehatan masyarakat secara terpadu.

"Penanggulangan penyakit menular bukan semata-mata tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan komitmen bersama seluruh elemen," tutur Sadewo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....