Hingga Agustus 2026, BNN Purbalingga Catat 22 Kasus Narkoba

  • 13 Agt 2026 15:17 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga — Sepanjang tahun 2026, tercatat 22 kasus peredaran narkoba di Kabupaten Purbalingga. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya sehingga penanganan secara serius dan menyeluruh sangat diperlukan.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga, Nasrudin, menyatakan kondisi tersebut harus disikapi secara serius. Ia menekankan bahwa penanganan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

"Artinya, kita sedang dihadapkan pada problem yang sangat serius, maka tidak ada pilihan lain, kondisi seperti ini harus disikapi secara serius," ujar Nasrudin saat diwawancarai di RRI Purwokerto, Rabu, 12 Agustus 2026.

Upaya pertama yang dilakukan adalah membangun jejaring dengan lintas instansi. BNN bekerja sama dengan kejaksaan, kepolisian, pengadilan, dan Badan Pusat Statistik untuk memperoleh data kependudukan yang akurat. Sementara itu, kerja sama dengan pemerintah daerah melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana.

Selain itu, pihaknya juga menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta dunia akademik untuk turut menyebarkan kesadaran bahaya narkoba. Kampanye antinarkoba diharapkan tidak hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, melainkan menjadi gerakan seluruh elemen masyarakat.

"Tidak ada satu agama pun yang menghalalkan narkoba. Tidak ada! Maka tokoh agama juga harus mengingatkan jemaahnya agar tidak tersandung masalah narkoba," jelas Nasrudin.

Kelompok yang paling rentan terjerumus narkoba saat ini adalah remaja dan pemuda, khususnya usia 24 hingga 35 tahun. Oleh karena itu, peran tokoh pemuda dan dunia pendidikan sangat strategis untuk menyampaikan pesan bahaya narkoba kepada generasi muda.

Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Nasrudin mengajak seluruh elemen bangsa mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif. Ia berpesan agar semangat perjuangan para pahlawan dijadikan teladan untuk menjauhi narkoba dan menjaga nama baik negara.

"Jangan sampai negara Indonesia lambat laun terpuruk karena musuh narkoba yang tidak bisa dikendalikan. Mari kita jaga semangat perjuangan para pahlawan bangsa kita dalam menjaga nama baik negara Indonesia," tegasnya. (Zahra Nurul Fitria)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....