Perkuat Generasi Muda, BNNK Purbalingga Ajak Masyarakat Perangi Narkoba

  • 13 Agt 2026 16:08 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Narkoba menjadi salah satu bentuk “penjajahan” modern yang mengancam generasi muda dan dapat menghambat terwujudnya Indonesia Emas 2045. Karena itu, pencegahan penyalahgunaan narkoba dinilai membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, hingga pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Kepala BNNK Purbalingga, Dr. H. Nasrudin, S.Ag., M.M.Pd., dalam Dialog Suara Anti Narkoba Korupsi dan Judi (SANKSI) Pro 1 RRI Purwokerto yang membahas tema “Merdeka Tanpa Narkoba”, Rabu (12/8/2026).

Nasrudin mengatakan, generasi muda yang sedang berada dalam fase pencarian jati diri lebih mudah dipengaruhi dan dibujuk untuk mencoba narkoba. Kondisi tersebut dapat semakin rentan ketika pengawasan keluarga dan lingkungan kurang optimal.

“Generasi yang masih dalam tahap mencari jati diri itu kan mudah diprovokasi, mudah diiming-imingi, mudah untuk ditekan sehingga apa? Uji coba dia akan terus, mungkin bisa jadi pertama dikasih gratis-gratis,” ujarnya.

Menurutnya, keluarga menjadi benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Orang tua perlu menjadi contoh atau role model bagi anak, sekaligus membangun komunikasi yang terbuka agar perubahan perilaku dapat diketahui sejak dini.

Ia menyebut beberapa tanda yang perlu diperhatikan orang tua, seperti anak menjadi gelisah atau murung, perubahan komunikasi, barang di rumah mulai hilang, hingga muncul bau tidak wajar. Nasrudin juga mengenalkan indikator 4B, yakni bohong, bodoh atau penurunan prestasi, bolos, dan bolot atau lamban merespons.

Menurutnya, membangun generasi yang merdeka dari narkoba tidak cukup dengan sosialisasi. Edukasi perlu dilakukan secara menarik dan melibatkan anak secara langsung, termasuk melalui permainan interaktif serta pendekatan teman sebaya.

“Bukan hanya edukasi, sosialisasi, bicara, ngomong semata, namun juga perlu dipraktikkan dengan kegiatan permainan interaktif edukasi narkoba,” jelasnya.

Pencegahan juga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, aparat penegak hukum, masyarakat, hingga pemuda. Di era digital, penyebaran informasi edukatif dan pengawasan aktivitas anak di ruang digital turut menjadi bagian penting.

Nasrudin mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga generasi muda agar tidak terjerat narkoba. Menurutnya, membebaskan anak dari penyalahgunaan narkoba merupakan bagian dari upaya menjaga masa depan bangsa dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. (Fauziyah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....