BMKG Memprediksi Kemarau Berpotensi hingga Akhir Oktober Mendatang
- 12 Agt 2026 13:47 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Musim kemarau di wilayah Banyumas Raya tahun ini berlangsung lebih awal dan cenderung lebih kering dibandingkan kondisi normal. BMKG sendiri memperkirakan musim kemarau di Banyumas Raya masih akan berlangsung hingga akhir Oktober 2026.
Bahkan, apabila kondisi atmosfer masih dipengaruhi El Nino, hujan dengan intensitas yang lebih berarti berpotensi baru terjadi pada awal November. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo.
"Jadi untuk, kalau normalnya Oktober, Oktober sudah kembali musim penghujan. Tetapi karena ini ada faktor pengaruh El Nino yang kuat, dan yang kita amati, sehingga ada potensi kemungkinan Kemarau-nya juga akan mengalami Kemarau yang cukup panjang sampai dengan akhir Oktober atau bahkan di awal November baru akan terjadi hujan," katanya, menjelaskan saat diwawancarai RRI.
Oleh karena itu, masyarakat diminta mewaspadai berbagai dampak kemarau panjang tersebut. Mulai dari keterbatasan air bersih, kekeringan lahan, kebakaran hutan dan lahan, hingga penurunan kualitas udara.
Selain itu, perubahan suhu yang cukup kontras antara siang dan malam juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kemampuan tubuh beradaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan.
"Jadi yang perlu diwaspadai adalah karena musim Kemarau ini adalah kekurangan air, dan persediaannya menjadi terbatas. Sehingga dimana-mana terjadi kekeringan, dimana-mana juga terjadi kekurangan air untuk konsumsi maupun untuk pertanian," katanya.
Teguh mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air, menjaga ketersediaan air bersih, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan. Masyarakat juga perlu menjaga kesehatan selama periode kemarau kering, terutama ketika kondisi udara berdebu, untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....