Mahasiswa KKN UIN Saizu Dorong Wirausaha Santri lewat Pelatihan Kerajinan Tangan

  • 10 Agt 2026 09:52 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 23 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar workshop wirausaha santri melalui pelatihan kerajinan tangan di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut menyasar santriwan dan santriwati dengan memberikan pengalaman langsung membuat kerajinan tangan, salah satunya gantungan kunci. Pelatihan menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN membekali santri dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Koordinator mahasiswa, Imam Bukhori, mengatakan pemilihan kerajinan tangan sebagai program unggulan didasarkan pada potensi santri yang berada pada usia produktif. Menurutnya, pelatihan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktik.

"Jadi kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi langsung secara praktik kami berikan agar memberikan wawasan dan pengalaman yang baru," ujar Imam.

Imam menjelaskan, jumlah santri di Desa Nusadadi cukup banyak. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan mahasiswa KKN menjadikan santri sebagai sasaran kegiatan. Melalui pelatihan, santri diharapkan memiliki kreativitas, keterampilan, kedisiplinan, dan ketelitian.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi langkah awal bagi santri untuk mengenal dunia kewirausahaan.

"Harapan kami setelah kegiatan ini selesai, itu bisa menjadi langkah awal atau titik mulai di mana para santri memulai usaha ataupun belajar berwirausaha sampai nanti benar-benar merasakan hasilnya," katanya.

Pengurus Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Sumpiuh, Chanif Faturohman, menyambut baik kegiatan yang diberikan mahasiswa KKN. Menurutnya, pelatihan kerajinan memberikan pengalaman baru bagi santri karena mereka dapat belajar di luar kegiatan pembelajaran rutin di pesantren.

Ia menilai keterampilan membuat kerajinan juga berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Produk yang dibuat dengan biaya relatif murah dapat dikembangkan dan dijual sehingga memberikan peluang keuntungan bagi santri.

"Kami berharap keterampilan yang sudah diberikan mahasiswa KKN bisa terus dikembangkan," ujar Chanif.

Salah satu peserta, Mutia Khafidz, mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut. Ia mengatakan sebelumnya belum pernah membuat gantungan kunci secara langsung.

"Aku paling suka waktu membuat dan menghias gantungan kuncinya karena bisa memilih bentuk dan membuat yang sesuai aku suka," kata Mutia.

Meski sempat mengalami kesulitan saat memasang beberapa bagian gantungan kunci dan mengikuti tahapan pembuatannya, Mutia dapat menyelesaikan kerajinan tersebut setelah mendapat pendampingan dari mahasiswa KKN.

Ia mengaku kegiatan tersebut membuatnya tertarik mempelajari kerajinan lain. Pengalaman praktik yang diperoleh juga membuka minatnya untuk mengembangkan keterampilan menjadi produk yang lebih beragam.

Workshop tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan kreatif bagi santri, tetapi juga menjadi bekal awal untuk mengenalkan keterampilan produktif dan kewirausahaan. Dengan pendampingan dari pihak pesantren, keterampilan membuat kerajinan dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan yang memiliki nilai ekonomi. (Ilham Falih Qushoyyi).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....