Timbunan Karet Hambat Pemadaman Gudang Brebes

  • 10 Agt 2026 08:09 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Brebes– Api yang membakar gudang PT Anisa Jaya Utama di Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Memasuki hari kedua, Minggu (9/8/2026), petugas masih berjibaku menjinakkan sejumlah titik api yang bertahan di dalam gudang.

Komandan Tim Unit Siaga SAR Brebes, Syaeful Anwar, mengatakan, fokus pemadaman pada hari kedua diarahkan ke sejumlah titik api yang masih menyala.Menurutnya, tim menghadapi kendala berupa timbunan material karet dalam jumlah cukup banyak. Material tersebut membuat api sulit dipadamkan dan berpotensi kembali menyala.

“Area pemadaman pada hari kedua berfokus pada titik-titik api yang masih menyala. Berdasarkan informasi di lapangan, terdapat timbunan material karet yang cukup banyak sehingga menyebabkan api sulit untuk dipadamkan,” ujar Syaeful Anwar.

Kebakaran terjadi pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, sejumlah karyawan sedang membongkar material pailon atau limbah sepatu dari sebuah truk Fuso yang baru tiba di gudang. Sekitar pukul 14.25 WIB, petugas keamanan melihat api muncul dari pojok gudang bagian utara sebelah barat. Dalam waktu singkat, api membesar dan merambat ke material yang berada di dalam gudang.

Material pailon atau limbah sepatu yang mudah terbakar, ditambah hembusan angin yang cukup kencang, membuat kobaran api dengan cepat meluas. Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Brebes tiba di lokasi sekitar pukul 14.50 WIB dan langsung melakukan pemadaman.

Namun, besarnya skala kebakaran membuat upaya pemadaman kemudian diperkuat oleh Unit Siaga SAR Brebes, BPBD Kabupaten Brebes, PMI, serta sejumlah instansi terkait.

Memasuki hari kedua, kobaran api telah jauh berkurang. Sinergi antarinstansi membuat proses pemadaman berjalan lebih efektif. Meski demikian, petugas masih harus bekerja untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Selain timbunan material karet, perubahan arah angin yang cukup kencang juga menjadi tantangan bagi petugas di lapangan. Kondisi ini membuat proses pendinginan dan pemadaman harus dilakukan secara lebih hati-hati.

“Kendala dan tantangan tim di lapangan adalah timbunan material karet yang sulit dipadamkan serta perubahan arah angin yang cukup kencang. Besar harapan kami semoga api dapat segera dipadamkan secepatnya,” kata Syaeful Anwar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....