KKN 120 Weniswara: Lidi Kelapa di Mangunweni Disulap Jadi Piring Bernilai Ekonomi
- 09 Agt 2026 19:37 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Kebumen: Apa yang selama ini dianggap biasa, ternyata bisa menjadi sesuatu yang bernilai. Di Desa Mangunweni, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, lidi kelapa yang selama ini lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan sapu mulai mendapatkan “kehidupan baru”.
Melalui tangan-tangan kreatif, lidi tersebut disulap menjadi piring bernilai guna sekaligus memiliki peluang ekonomi. Gagasan itu diwujudkan oleh KKN 120 Weniswara melalui pelatihan pembuatan piring lidi yang digelar pada Sabtu, 8 Agustus 2026, melibatkan ibu-ibu PKK Desa Mangunweni.
Kegiatan ini berangkat dari potensi sederhana yang begitu dekat dengan kehidupan masyarakat. Pohon kelapa tumbuh cukup melimpah di Desa Mangunweni, sementara pemanfaatan bagian lidinya selama ini masih terbatas.
Melihat kondisi tersebut, KKN 120 Weniswara mencoba menghadirkan alternatif pemanfaatan yang lebih kreatif. Bukan lagi sekadar menjadi sapu, lidi kelapa diperkenalkan sebagai bahan kerajinan yang dapat diolah menjadi produk rumah tangga bernilai ekonomi.
Sejak pelatihan dimulai, antusiasme ibu-ibu PKK terlihat begitu besar. Peserta mengikuti proses pembuatan dengan penuh perhatian dan turut mempraktikkan secara langsung bagaimana lidi disusun hingga membentuk sebuah piring.
Suasana kegiatan pun berlangsung hangat dan interaktif. Rasa penasaran peserta perlahan berubah menjadi ketertarikan ketika mereka melihat bahwa bahan yang selama ini mudah ditemukan di sekitar rumah ternyata dapat menghasilkan produk yang unik dan memiliki nilai jual.
Bagi KKN 120 Weniswara, pelatihan ini bukan sekadar transfer keterampilan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat untuk melihat potensi lokal dari perspektif yang berbeda.
“Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa sesuatu yang ada di sekitar kita, yang mungkin selama ini dianggap biasa, ternyata bisa memiliki nilai jika diolah dengan kreativitas,” ujarRama selaku perwakilan KKN 120 Weniswara dalam kegiatan tersebut.
Antusiasme warga bahkan berkembang menjadi gagasan untuk menjadikan piring lidi sebagai salah satu alternatif kegiatan ekonomi. Sejumlah warga menyampaikan ketertarikannya untuk terus membuat produk tersebut dan mengembangkannya sebagai ide usaha maupun bagian dari pengembangan UMKM desa.
Hal tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Mangunweni, Miratun. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN memberikan pengalaman baru bagi masyarakat sekaligus membuka peluang pemanfaatan potensi desa.
“Kegiatan seperti ini sangat bagus, karena memberikan keterampilan baru kepada masyarakat. Lidi yang selama ini hanya dimanfaatkan untuk sapu ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan bisa dikembangkan menjadi usaha,” ucap Miratun.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN dalam menggali potensi yang ada di Desa Mangunweni. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting karena tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga dapat mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Bagi warga, pelatihan tersebut menjadi pengalaman yang lebih dari sekadar belajar membuat kerajinan. Mereka mulai melihat kemungkinan bahwa bahan baku yang selama ini tersedia secara melimpah dapat menjadi bagian dari kegiatan ekonomi produktif.
Jika dikembangkan secara berkelanjutan, piring lidi berpotensi menjadi salah satu produk kerajinan khas Desa Mangunweni. Dengan inovasi bentuk, kualitas pengerjaan, kemasan, hingga strategi pemasaran, produk tersebut dapat diarahkan menjadi bagian dari pengembangan UMKM berbasis potensi lokal.
Pada akhirnya, pelatihan ini membawa pesan sederhana tetapi penting, pemberdayaan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Kadang, ia dimulai dari sesuatu yang paling dekat.
Dari pohon kelapa yang tumbuh di halaman warga. Dari lidi yang selama ini hanya dipandang sebagai bahan sapu. Dari tangan ibu-ibu yang mau belajar dan mencoba.
Lalu dari sana, tumbuh sebuah kemungkinan baru bahwa potensi desa dapat diubah menjadi peluang ekonomi oleh masyarakatnya sendiri. KKN 120 Weniswara tidak hanya mengajarkan cara membuat piring dari lidi.
Lebih dari itu, kegiatan ini mencoba menanamkan sebuah cara pandang bahwa sesuatu yang sederhana tidak selalu berarti tidak berharga. Terkadang, ia hanya menunggu tangan yang mau mengolah dan pikiran yang berani melihat peluang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....