Remaja Berkarya Berdampak Nyata lewat Aksi Generasi Berencana

  • 08 Agt 2026 09:22 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Remaja merupakan aktor utama dalam penentu keberhasilan visi Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang, berada pada usia produktif pada saat Indonesia mencapai usia 1 abad. Melalui gerakan seperti AstraLokaKarya program Genre menyiapkan remaja agar tidak terjebak dalam pernikahan dini, seks bebas, serta narkoba.

Implementasi nyata aksi remaja dalam AstraLokaKarya menekankan bahwa duta genre tidak hanya sekedar menjadi figur ceremonial, tetapi juga harus mampu untuk terjun aktif dalam mengedukasi masyarakat khususnya para remaja. Yang pasti harus kreatif, edukatif, dan membawa perubahan positif bagi generasi muda.

“Genre sendiri merupakan program dari Kementrian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) serta Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) serta BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional). Program yang dirancang untuk menyiapkan para pemuda dan remaja agar memiliki kehidupan yang matang, baik dalam pendidikan, karir maupun pernikahan,” ujar Uswatun Khasanah,S.Sos dalam dialog Indonesia Sehat Pro 1 RRI Purwokerto, Jum’at (7/8/2026).

Program genre berlandaskan tiga komitmen utama atau Triad KRR, yaitu menghindari seks pranikah, menunda pernikahan hingga usia ideal, dan menjauhi penyalahgunaan narkoba. Beliau juga menjelaskan, implementasi Program GenRe dilakukan melalui pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di sekolah, kampus, maupun lingkungan masyarakat. Melalui wadah tersebut, remaja mendapatkan ruang untuk belajar kepemimpinan, publik speaking, literasi digital, hingga edukasi kesehatan reproduksi.

Sementara itu, Duta GenRe Provinsi Jawa Tengah 2026, Labib Mubarak, mengaku ketertarikannya mengikuti ajang Duta GenRe berawal dari keinginan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia menilai GenRe berbeda dari ajang duta lainnya karena setiap anggotanya dituntut untuk memberikan kontribusi nyata, bukan sekadar menjadi simbol.

"Duta GenRe tidak hanya ikon yang dipampang di pamflet, tetapi kami dituntut untuk terjun langsung ke masyarakat, berkontribusi, dan menciptakan keberdampakan," ungkap Labib.

Labib menceritakan, perjalanan meraih gelar Duta GenRe Jawa Tengah tidak diraih secara instan. Setelah menjadi juara tiga di tingkat kabupaten pada 2025, ia kembali mengikuti seleksi tingkat provinsi dengan membawa berbagai program pemberdayaan masyarakat. Berkat konsistensinya, ia berhasil meraih juara pertama pada ajang Apresiasi Duta GenRe Provinsi Jawa Tengah 2026.

Menurutnya, remaja perlu berani mencoba berbagai kesempatan untuk menemukan potensi diri. Ia menegaskan bahwa rasa takut gagal justru menjadi penghambat berkembangnya kemampuan generasi muda. (Safira)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....