10 Mahasiswa dari Berbagai Daerah Belajar Menulis Sastra Bersama Ahmad Tohari

  • 07 Agt 2026 10:40 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Sebanyak 10 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti residensi sastra di Kabupaten Banyumas, untuk memperdalam kemampuan menulis sastra bersama sastrawan Ahmad Tohari. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Belajar Bersama Maestro (BBM) Kategori Sastra 2026.

Program BBM Sastra 2026 diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Intelektual Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 15 Agustus 2026. Selama residensi, para peserta belajar menulis sastra secara rutin bersama Ahmad Tohari di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas.

Sepuluh mahasiswa tersebut berasal dari berbagai universitas di Indonesia. Di antaranya Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Andalas Padang, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pekalongan, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Ahmad Tohari mengatakan pembinaan generasi muda agar gemar dan cakap menulis sastra menjadi bagian penting dalam upaya pemajuan kebudayaan di Indonesia. Melalui pengalaman yang dimilikinya sebagai penulis cerpen dan novel, ia berharap dapat membantu peserta mempertajam gagasan dan menemukan gaya ungkap yang khas.

“Saya bukan guru. Saya teman berpikir mereka untuk mencipta karya sastra,” kata Ahmad.

Dalam program tersebut, para peserta tidak hanya dituntut memahami proses kreatif penulisan, tetapi juga menghasilkan karya. Setiap peserta diwajibkan menyelesaikan satu cerita pendek atau cerpen sebagai keluaran program dan seluruh karya peserta nantinya akan dihimpun dalam sebuah buku antologi cerita pendek.

Salah seorang peserta dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Hadi Rahman, mengaku kegiatan BBM Sastra memberinya pemahaman baru mengenai latar belakang proses kreatif seorang sastrawan dalam menciptakan karya. Menurutnya, selama mengikuti kegiatan di Banyumas, ia juga memperoleh pengetahuan mengenai berbagai teknik penulisan sastra yang sebelumnya belum banyak dipahaminya.

“Di BBM ini, selain menulis cerpen, saya juga merekam hal-hal menarik dengan menggambar sketsa-sketsa bermedia tinta di atas kertas. Semoga nanti bisa dipamerkan saat presentasi karya akhir,” ujar Hadi.

Rangkaian BBM Sastra 2026 akan ditutup dengan presentasi karya akhir peserta pada pertengahan Agustus. Kegiatan tersebut meliputi pameran arsip, dramatic reading karya peserta, serta ulasan cerpen dalam format diskusi sastra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....