Mahasiswa KKN Unsoed Dorong Pengelolaan Sampah Melalui Program Ecobrick

  • 05 Agt 2026 15:41 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unsoed di Desa Pagerpelah, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, menggelar program Ecobrick sebagai upaya mengedukasi masyarakat dalam mengelola sampah plastik menjadi produk bermanfaat sekaligus mengurangi kebiasaan membakar sampah.

Penanggung Jawab Program Ecobrick, Ara dari Pilar Lingkungan, mengatakan program tersebut dilatarbelakangi tingginya volume sampah anorganik di Desa Pagerpelah yang masih sering dibakar oleh masyarakat. Melalui Ecobrick, warga diajak memanfaatkan sampah plastik menjadi bahan baku berbagai produk seperti kursi, meja, hingga pembatas taman.

“Pemilihan Program Kerja Ecobrick ini itu dilatar belakangnya dengan kondisi lingkungan di Desa Pagerpelah, karangkobar, banjarnegara khususnya tentang sampahan organiknya. Jadi volume sampahan anorganik di Desa Pagerpelah itu kan cukup tinggi dan mengingat sampahan anorganik ini sifatnya sulit terurai. Nah ketika kita tahu volume sampahan anorganik di Desa Pagerpelah ini ternyata cukup tinggi. Kita akhirnya menanyakan terkait bagaimana proses pengelolaannya dan ternyata di Desa Pagerpelah sendiri untuk sampahan anorganik ini masih sering dibakar,” Ujar Ara.

Program tersebut mendapat respon positif dari masyarakat. Selain praktiknya yang sederhana dan interaktif, hasil pengolahan sampah dapat langsung dilihat sehingga mendorong partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Salah seorang warga setempat mengaku merasakan manfaat dari program yang dijalankan mahasiswa KKN. Menurutnya, masyarakat kini mulai memahami pentingnya memilah dan memanfaatkan sampah.

“Dengan adanya mahasiswa di Desa Pagerpelah sangat bermanfaat, yang dulu sampah dicampur-aduk sama warga, sekarang diajarkan kepada warga untuk belajar memisahkan sampah dijadikan alat meja maksudnya. Sehingga semoga sampah-sampah yang sudah diajarkan para mahasiswa yang ada di Pagerpela ini, semoga menjadi insinurasi bagi masyarakat semua” Ucap Tunar selaku ketua Rt setempat.

Selain Ecobrick, mahasiswa KKN juga mengenalkan sejumlah program pendukung seperti bank sampah desa, pengolahan minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi, pengomposan, budidaya maggot BSF, serta budidaya ikan dan sayuran untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat. (Sofia Almas Meylani)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....