Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan di Banyumas
- 04 Agt 2026 09:58 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Musim kemarau mulai berdampak di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas. Selain menyebabkan lahan pertanian mengering dan mengancam hasil panen, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Relawan Kebencanaan Banyumas, Fatah Mokhamad Sutopo, mengatakan kondisi yang paling sering ditemui di lapangan selama musim kemarau adalah lahan pertanian yang mengering akibat berkurangnya pasokan air. Vegetasi di kawasan hutan juga mulai mengering sehingga berpotensi memicu terjadinya kebakaran.
“biasanya yang kami temui di musim kemarau itu sudah bisa kita lihat secara kasat mata, itu beberapa lahan-lahan yang mengering, bahkan ada beberapa sawah yang hampir gagal panen karena sudah tidak adanya air ya. Terus juga beberapa hutan-hutan yang soalnya rumputan bisa tampak hijau, kita sudah mulai kering. Itu yang sangat-sangat memiliki potensi terjadinya sebuah kebakaran,” ujarnya.
Menurut Fatah, upaya pemadaman kebakaran kerap terkendala medan yang sulit dijangkau. Dalam kondisi tertentu, relawan harus melakukan pemadaman secara manual dengan membuat sekat bakar atau menggunakan tanah untuk mencegah api meluas ketika sumber air terbatas.
Selain membantu proses pemadaman, relawan juga menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan melalui koordinasi jaringan relawan di berbagai kecamatan di Banyumas. Untuk penyaluran bantuan dalam skala besar, pemerintah desa diimbau mengajukan permohonan kepada BPBD maupun PMI agar distribusi air bersih dapat dijadwalkan sesuai kebutuhan.
Fatah mengimbau masyarakat segera melaporkan kejadian kebakaran kepada UPT Damkar, BPBD, maupun jaringan relawan terdekat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat sehingga kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar. (Dina Darozatun)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....