Petani Kaliwangi Keluhkan Keterbatasan Air saat Musim Kemarau
- 04 Agt 2026 04:48 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Petani di Desa Kaliwangi, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, mulai menghadapi keterbatasan air untuk mengairi lahan pertanian selama musim kemarau. Minimnya hujan membuat petani harus mengandalkan sumber air yang masih tersedia agar aktivitas pertanian tetap berjalan.
Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Sri Rejeki, Mubaedi Zaen, mengatakan petani saat ini terbantu program irigasi perpompaan (irpom) dari pemerintah yang memanfaatkan sumber air sungai. Namun, kapasitasnya belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh lahan pertanian.
"Alhamdulillah dari pemerintah atau dinas terkait ada bantuan irpom yang mengambil air dari sungai. Itu membantu, tapi tidak begitu banyak karena lahannya lebih luas daripada sumber airnya," kata Mubaedi.
Ia menjelaskan, Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang dibangun pemerintah juga belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sementara itu, rencana pemanfaatan sumber air dari wilayah Banjarsari, Kecamatan Cilongok, yang telah beberapa kali disurvei hingga kini belum terealisasi.
Keterbatasan air berdampak terhadap pola tanam petani, terutama pada lahan yang jauh dari sumber air. Saat musim kemarau, petani kesulitan menanam padi maupun tanaman palawija sehingga sebagian sawah dibiarkan tidak ditanami dan hanya mengandalkan musim tanam pertama dan kedua ketika pasokan air masih mencukupi.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, petani memanfaatkan sejumlah mata air yang masih tersedia di sekitar desa. Beberapa petani juga membuat sumur gali untuk membantu mengairi lahan pertanian yang berada dekat dengan sumber air.
"Pada musim tanam kedua, ketika air mulai berkurang, hasil panen juga turun cukup signifikan dibandingkan musim tanam pertama karena saat itu air masih mencukupi," ujarnya.
Mubaedi berharap pemerintah dapat merealisasikan pengembangan sumber air yang sebelumnya telah disurvei. Penambahan irigasi perpompaan dan jaringan perpipaan juga diharapkan dapat dilakukan agar petani tetap mampu mempertahankan produksi pertanian ketika memasuki musim kemarau. (Sofia Almas Meylani)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....