SDN 2 Dukuhwaluh Jadikan Upacara Bendera Sarana Bangun Kedisiplinan Siswa
- 03 Agt 2026 15:45 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Upacara bendera di SD Negeri 2 Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Senin (3/8/2026), dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan kedisiplinan dan membangun karakter siswa. Selain menumbuhkan semangat kebangsaan, kegiatan tersebut juga diisi dengan penguatan kebiasaan positif melalui amanat pembina upacara.
Upacara kali ini menghadirkan suasana berbeda dengan hadirnya mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Hardi Gunarso, S.Pd., yang tengah menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Hardi mengajak seluruh siswa membiasakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, terutama membangun kebiasaan bangun pagi dan gemar belajar. Menurutnya, memulai hari lebih awal dengan beribadah dan mempersiapkan diri akan membuat tubuh lebih bugar sehingga siswa lebih siap mengikuti proses pembelajaran.
"Kebiasaan bangun pagi yang dilanjutkan dengan beribadah dan mempersiapkan diri akan membuat tubuh lebih bugar serta siap mengikuti pembelajaran di sekolah," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa proses belajar tidak berhenti di ruang kelas, tetapi perlu terus dilakukan di rumah maupun di lingkungan sekitar.
Upacara diikuti seluruh warga sekolah dengan petugas yang berasal dari siswa kelas V. Para petugas telah menjalani latihan selama sepekan agar seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan baik.
Kepala SD Negeri 2 Dukuhwaluh, Siti Suswati, S.Pd., mengatakan upacara bendera menjadi salah satu media pembelajaran karakter bagi siswa sekolah dasar. Melalui penghormatan kepada bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Pancasila, hingga mendengarkan amanat pembina upacara, siswa dibiasakan menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus menghargai nilai-nilai kebangsaan.
Menurutnya, upacara juga menjadi sarana membangun disiplin. Siswa dibiasakan hadir tepat waktu, mengenakan seragam sesuai ketentuan, menjaga ketertiban, serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab.
"Upacara bendera jangan dipandang hanya sebagai kegiatan rutin. Upacara adalah salah satu bentuk membangun kedisiplinan di sekolah. Kami selalu menghimbau agar siswa berpakaian rapi dan lengkap. Bagi siswa yang belum memenuhi ketentuan, guru akan memberikan tugas membuat mading yang nantinya dipajang di sekolah. Cara ini tidak hanya menumbuhkan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga melatih kreativitas, imajinasi, dan keberanian berkarya," kata Siti Suswati.
Selain itu, siswa yang bertugas sebagai pemimpin upacara, pengibar bendera, pembaca Pancasila, pembaca UUD 1945, hingga pemimpin doa juga memperoleh pengalaman untuk melatih keberanian, kepemimpinan, serta rasa percaya diri.
Melalui pembiasaan tersebut, pihak sekolah berharap upacara bendera tidak hanya menjadi agenda rutin setiap Senin, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang disiplin, berkarakter, dan terbiasa menerapkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....