Warga Desa Tamansari Kabupaten Tegal mengalami Krisis Air Bersih

  • 31 Jul 2026 10:42 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kota Tegal - Warga Desa Tamansari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat warga mengantre bantuan air bersih dan mengandalkan aliran sungai untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci, Kamis (30/7/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga harus mengambil air ke kali yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah. Sementara itu untuk kebutuhan minum dan memasak, warga memilih membeli air galon dengan harga sekitar Rp7.000 per galon.

Salah seorang warga Desa Tamansari, Neneng, mengatakan warga setiap hari harus pergi ke kali untuk mandi dan mencuci karena sumber air bersih sulit didapatkan. Aktivitas tersebut dilakukan sejak pagi hingga sore hari untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Kami warga Desa Tamansari, memang sudah satu bulan ini kekurangan air bersih, jadi setiap harinya itu kegiatannya itu mandi, nyuci itu ke sungai,” ujar Neneng.

Menurut Neneng, Keterbatasan air bersih juga berdampak pada aktivitas sehari-hari warga, termasuk anak-anak yang masih bersekolah. Mereka harus berangkat ke sungai sejak dini hari agar tetap bisa mandi sebelum memulai aktivitas.

Neneng berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi jangka panjang agar persoalan kekeringan tidak terus berulang setiap musim kemarau. Ia mengusulkan pembangunan sumber air bersih sehingga warga tidak lagi bergantung pada sungai.

“Untuk ke depannya, semoga di Desa Tamansari bisa diadakan penggalian air bersih supaya tidak seperti sekarang, biar enggak kekeringan lagi. Soalnya dari rumah ke kali lumayan, sekitar satu kilometer, dan tiap hari pagi sama sore kami ke sana untuk mandi dan nyuci,” kata Neneng.

Selama musim kemarau masih berlangsung, bantuan air bersih menjadi kebutuhan utama bagi warga Desa Tamansari. Mereka berharap pemerintah dapat menghadirkan sumber air bersih yang memadai agar masyarakat tidak lagi bergantung pada sungai maupun pembelian air untuk kebutuhan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....