Dosen UIN Saizu Purwokerto Ingatkan Bahaya Validasi di Media Sosial
- 31 Jul 2026 07:32 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Generasi muda diingatkan agar tidak menjadikan media sosial sebagai tolok ukur nilai diri. Jumlah tanda suka, komentar, maupun pengikut di media sosial dinilai bukan ukuran kebahagiaan karena berpotensi memicu kecemasan hingga menurunkan rasa percaya diri.
Dosen Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto, Muhammad Labib Syauqi, mengatakan fenomena tersebut berkaitan dengan konsep self-esteem dalam psikologi. Menurutnya, setiap orang perlu mengenali kelebihan dan kekurangan dirinya tanpa bergantung pada validasi dari orang lain.
"Kita merasa berharga kalau postingan kita banyak yang like. Tapi ketika tidak ada yang merespons, kita mulai bertanya-tanya apakah diri kita tidak berharga. Itulah yang disebut validasi media sosial," kata Labib.
Ia menjelaskan, penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memunculkan kecemasan (anxiety), rasa takut tertinggal (fear of missing out atau FOMO), hingga dorongan untuk terus mengikuti standar yang dibentuk warganet. Kondisi tersebut membuat seseorang lebih sibuk mengejar pengakuan dibandingkan mengembangkan potensi yang dimiliki.
"Apakah kita mau menggantungkan validasi terhadap sesuatu yang terus berubah? Kita akhirnya capek sendiri karena terus mengejar pengakuan dari orang yang bahkan tidak kita kenal," ujarnya.
Labib menambahkan, Islam mengajarkan umatnya menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman dalam membangun jati diri. Dengan demikian, ukuran keberhasilan seseorang tidak ditentukan oleh respons di media sosial, melainkan kualitas iman, akhlak, dan amal dalam kehidupan sehari-hari.
"Jangan jadikan media sosial sebagai cermin utama, tetapi jadikanlah Al-Qur'an sebagai penuntun utama dalam hidup," ucapnya.
Ia berharap generasi muda mampu memanfaatkan media sosial secara bijak sebagai sarana berkomunikasi dan berbagi informasi tanpa menjadikannya sebagai tolok ukur nilai diri. Menurutnya, membangun karakter berdasarkan nilai-nilai Al-Qur'an akan membuat seseorang lebih percaya diri dan tidak mudah terpengaruh penilaian di ruang digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....