Tekan Angka Kehamilan Remaja, Kemenag Banyumas Gandeng Ormas dan Dinas Terkait
- 31 Jul 2026 08:48 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Banyumas, H. Ibnu Asaddudin, menegaskan pentingnya pejabat dan pegawai Kemenag untuk turun langsung ke lapangan guna menghadapi permasalahan sosial di masyarakat. Salah satu isu mendesak yang menjadi sorotan adalah tingginya angka kehamilan dan pernikahan dini di kalangan pelajar usia sekolah.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan yang diperoleh saat pelaksanaan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), tercatat sebanyak 435 kasus siswa usia sekolah yang mengalami kehamilan sepanjang tahun 2025. Ibnu mengungkapkan bahwa kasus tersebut tidak hanya terjadi pada siswa tingkat menengah atau atas, tetapi juga menyasar anak-anak yang baru mengalami masa pubertas awal.
"Banyak yang mengira kejadian ini berlangsung di tempat-tempat seperti penginapan, padahal mayoritas justru terjadi di rumah masing-masing. Momennya saat orang tua sedang bekerja dan sekolah dalam kondisi libur atau jam pulang lebih awal (gasik)," jelas Ibnu, Kamis (30/7/2026).
Akibat kehamilan di luar nikah tersebut, para remaja terpaksa mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama (PA) karena belum memenuhi syarat usia pernikahan minimal 19 tahun. Menurut Ibnu, pernikahan yang dipicu oleh kehamilan prematur dan minimnya pemahaman mengenai dampak jangka panjang cenderung berisiko tinggi terhadap keberlangsungan rumah tangga di masa depan.
Melihat fenomena ini, Ibnu menekankan bahwa penanganan masalah ini tidak bisa hanya dibebankan kepada Kementerian Agama semata, melainkan memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat.
"Ini peran besar warga masyarakat, orang tua, wali murid, hingga pihak sekolah atau madrasah untuk turut memantau kegiatan anak-anaknya. Di samping itu, penanganan akar masalah seperti broken home atau pengasuhan anak perlu ditindaklanjuti melalui penelitian serta keterlibatan lembaga terkait seperti KPAI dan Dinas Sosial," tambahnya.
Sebagai bentuk respons nyata, Kemenag Banyumas terus menguatkan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) serta Bimbingan Remaja Usia Mahasiswa. Program ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama kementerian/lembaga lain seperti BKKBN, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, PKK, hingga organisasi kepemudaan seperti IPNU dan Fatayat.
Langkah strategis ini juga diselaraskan untuk mendukung program Bupati Banyumas, yakni PAS (Produktif, Adil, dan Sejahtera). Kemenag Banyumas berencana melanjutkan pendataan evaluatif serta kembali turun ke lapangan secara masif pada Agustus 2026.
Mengakhiri keterangannya dengan filosofi lokal, Ibnu menganalogikan pentingnya kerja sama lintas sektor dengan istilah "Relasi".
"Sehebat apa pun kita, kalau lemah di relasi tidak akan sukses. Semua elemen harus bergerak bersama-sama, saling membangun sinergi agar masyarakat Banyumas semakin sadar dan mampu mengentaskan permasalahan ini secara gotong royong," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....