Peminat Sekolah Nasional Terintegrasi Banyumas Lampaui Kuota

  • 30 Jul 2026 08:49 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Minat masyarakat terhadap program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Banyumas menunjukkan antusiasme tinggi. Meskipun menjadi program baru dan proses penerimaan murid baru dilaksanakan setelah SPMB reguler, jumlah pendaftar justru melampaui kuota yang telah disiapkan pemerintah.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Taryono, S.T, MPA, mengatakan SNT di Banyumas pada tahap awal menyediakan kuota masing-masing 40 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.

Namun, jumlah peserta yang mengikuti tahapan seleksi tercatat lebih banyak dari kuota tersebut. Untuk jenjang SMP, terdapat 73 peserta yang mengikuti Tes Bakat Skolastik (TBS), sedangkan untuk jenjang SMA tercatat 57 peserta.

"Walaupun SPMB-nya dilaksanakan setelah SPMB reguler, ternyata dari kuota yang ditetapkan yaitu 40 siswa untuk SMP dan 40 siswa untuk SMA, jumlah pendaftarnya melebihi semuanya," kata Taryono.

Menurut Tary ono, tingginya jumlah pendaftar menjadi salah satu gambaran bahwa masyarakat mulai melihat peluang yang ditawarkan melalui program SNT. Sekolah tersebut dirancang untuk menghadirkan satuan pendidikan unggul sekaligus menjadi pusat pengembangan mutu pendidikan di daerah.

Program SNT juga diarahkan untuk mengembangkan talenta peserta didik di daerah sehingga mereka tidak harus mencari sekolah unggulan di kota-kota besar. Selain itu, keberadaan SNT diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan pendidikan pada jenjang SMP hingga SMA.

Kabupaten Banyumas sendiri menjadi salah satu dari 17 kabupaten/kota yang ditetapkan untuk langsung mengoperasikan program SNT pada tahun ajaran 2026/2027. Sebelumnya, terdapat 144 kabupaten/kota yang mengajukan program tersebut, kemudian melalui proses seleksi dan verifikasi ditetapkan 37 daerah sebagai pelaksana tahap pertama.

Untuk mendukung pelaksanaan awal, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menyiapkan sekolah transisi di SMP Negeri 1 Kalibagor. Sementara pembangunan gedung SNT permanen direncanakan mulai Oktober 2026 dan dilaksanakan secara multiyears hingga 2027.

Dari sisi fasilitas, kebutuhan pembelajaran seperti seragam dan laptop bagi peserta didik nantinya akan dipenuhi melalui anggaran APBN Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Tariono menilai dukungan orang tua dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberlangsungan program tersebut. Ia berharap tingginya antusiasme pada tahap penerimaan murid baru dapat berlanjut hingga proses pembelajaran berjalan.

"Kami sangat berharap peran serta dukungan dari masyarakat, orang tua, murid dan sebagainya dalam mendukung suksesnya SNT di Kabupaten Banyumas," ujarnya.

Dengan tingginya minat sejak tahap awal, SNT di Banyumas diharapkan tidak hanya menjadi program pendidikan baru, tetapi juga mampu membuka lebih banyak peluang bagi peserta didik daerah untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan mengembangkan potensi mereka tanpa harus keluar daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....