BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Banyumas, Warga Dibekali Mitigasi

  • 29 Jul 2026 08:48 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Kelas II Banjarnegara menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi bagi masyarakat Banyumas di objek wisata Dream Land Ajibarang, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa bumi. Pasalnya, wilayah Banyumas memiliki Sesar Ajibarang, patahan aktif sepanjang sekitar 20 kilometer yang berpotensi memicu bencana gempa.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengatakan Banyumas merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan gempa karena keberadaan Sesar Ajibarang yang berada di daratan. Oleh sebab itu, masyarakat perlu dibekali pengetahuan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi.

"Kita ingin kalau bisa zero victim. Masyarakat Indonesia, suka tidak suka, memang hidup di wilayah yang rawan gempa. Namun, belum tentu semua memiliki pengetahuan tentang kebencanaan. Karena itu, kami memberikan pembekalan agar masyarakat memiliki informasi yang benar, menjadi lebih sadar, tangguh, dan siap siaga menghadapi gempa," ujar Nelly.

Ia menjelaskan, Sekolah Lapang Gempa Bumi bertujuan meminimalkan jumlah korban melalui peningkatan literasi kebencanaan. Sebanyak 53 peserta diharapkan menjadi agen edukasi yang dapat menyebarluaskan pengetahuan mitigasi gempa kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, Junaidi, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurut dia, Banyumas merupakan salah satu daerah yang memiliki berbagai potensi bencana sehingga edukasi kepada masyarakat menjadi kebutuhan penting.

"Banyumas bisa dikatakan sebagai 'supermarket bencana'. Karena itu, kita harus hidup harmonis dengan alam. Potensi bencana memang ada, tetapi yang terpenting adalah bagaimana memberikan literasi dan edukasi kepada masyarakat agar lebih siap menghadapinya," kata Junaidi.

Salah seorang peserta, Sujarwo, mengaku pelatihan tersebut sangat bermanfaat. Menurut dia, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa, tetapi juga dapat mengedukasi warga lain dan membantu proses evakuasi apabila terjadi kondisi darurat.

"Harapannya masyarakat bisa mempersiapkan segala sesuatu sejak dini, kemudian mengedukasi lingkungan sekitar dan membantu evakuasi apabila terjadi gempa atau muncul tanda-tanda yang mengarah pada bencana," ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi gempa bumi dengan memahami prosedur penyelamatan diri dan mitigasi bencana. BMKG juga mengingatkan bahwa hingga saat ini gempa bumi belum dapat diprediksi waktu kejadiannya, sehingga kesiapan masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi risiko korban. (jkw)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....