LPPM Unsoed Uji Empat Produk Pangan Fungsional Berbasis Komoditas Lokal
- 28 Jul 2026 10:30 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menguji empat produk pangan fungsional berbasis komoditas lokal unggulan di Oemah Daun, Purwokerto Selatan, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya hilirisasi hasil riset menuju pemanfaatan oleh masyarakat dan dunia industri.
Empat produk yang diperkenalkan yakni beras analog mocaf, sereal mocaf, selai durian, dan strudel durian. Produk tersebut dikembangkan dari komoditas lokal singkong dan durian yang memiliki potensi nilai tambah ekonomi.
Koordinator Pusat Koordinasi Inovasi, Hilirisasi, dan Percepatan Swasembada Pangan (Puskor IHSP) LPPM Unsoed, Dr. Santi Dwi Astuti, mengatakan pengembangan inovasi dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan potensi sumber daya lokal.
| Baca juga: KKN Berdampak Dorong Kemandirian Desa |
"Kami terus mengembangkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan berpeluang menjadi produk bernilai ekonomi," kata Santi.
Mewakili Ketua LPPM Unsoed, Sekretaris LPPM Unsoed Dr. Sri Wahyu Handayani menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan masyarakat dan dunia usaha.
Menurutnya, inovasi pangan berbasis komoditas lokal sejalan dengan visi Unsoed dalam mengembangkan potensi sumber daya perdesaan dan kearifan lokal. Selain itu, inovasi tersebut juga mendukung kolaborasi dengan mitra industri, keterlibatan mahasiswa dalam penelitian, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Seluruh produk yang diperkenalkan dikembangkan melalui pendanaan riset Badan Layanan Umum (BLU) Unsoed dan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Produk-produk tersebut selanjutnya akan dihilirisasikan bersama sejumlah mitra industri, antara lain PT HDN Jakarta, PT Wijaya Food Banyumas, UD Usaha Mandiri Banjarnegara, dan UD Cahaya Bulan Banyumas. Proses penelitian juga melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi di Unsoed.
Kegiatan uji produk diikuti 125 peserta yang terdiri atas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), PKK, Dharma Wanita, BUMDes, mahasiswa Unsoed, serta perwakilan LPPM AMIKOM Purwokerto. Para peserta melakukan uji organoleptik untuk menilai cita rasa, tekstur, aroma, dan tingkat penerimaan produk.
Salah seorang peserta, Suryati, pelaku UMKM dari Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, mengaku pendampingan yang dilakukan tim peneliti Unsoed memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kehadiran tim Unsoed di desa kami membuka peluang usaha baru. Masyarakat ikut terlibat dalam proses produksi hingga pengemasan sehingga memberikan tambahan penghasilan," ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Unsoed berupaya mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, memperkuat pemberdayaan masyarakat dan UMKM, serta mendukung kemandirian pangan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....