Panitia Drift Speed Fest Nyatakan Bertanggung Jawab atas Insiden Tribun Ambruk

  • 28 Jul 2026 09:33 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Panitia pelaksana Drift Speed Fest menyatakan bertanggung jawab penuh atas insiden ambruknya tribun VIP saat ajang Drift Speed Fest di Kompleks GOR Satria, Purwokerto, Minggu (26/7). Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Purwokerto, Senin (27/7) malam.

Ketua Panitia Pelaksana Drift Speed Fest, Yoshua Ernest Yonathan, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh korban dan keluarga atas peristiwa tersebut. Ia memastikan panitia akan mengawal seluruh proses penanganan korban.

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Peristiwa ini merupakan sesuatu yang tidak pernah kami harapkan. Kami bertanggung jawab penuh memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang tepat serta terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dalam proses penanganan medis dan pendampingan korban beserta keluarga," kata Yoshua.

Yoshua juga menegaskan bahwa insiden tersebut tidak berkaitan dengan parade pembalap maupun pembagian merchandise yang menjadi bagian dari rangkaian acara.

"Pada saat kejadian, opening ceremony sudah selesai, parade drifter sudah selesai, dan pembagian merchandise juga sudah selesai. Jadi parade ceremony itu bukan penyebab dari kejadian ini," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Pelaksana Drift Speed Fest, Putri Danizar, mengatakan parade pembalap dan pembagian merchandise merupakan agenda yang lazim dalam setiap penyelenggaraan kejuaraan drifting.

"Parade maupun pembagian merchandise itu sudah menjadi hal yang biasa dalam event-event drifting lainnya. Kegiatan seperti ini memang lazim dilakukan di tribun," kata Putri.

Panitia lainnya, Rengga, memastikan seluruh biaya penanganan korban menjadi tanggung jawab panitia. Menurutnya, tidak ada satu pun korban yang dibebani biaya perawatan di rumah sakit.

"Semua kebutuhan korban di rumah sakit menjadi tanggung jawab kami. Operasi, obat-obatan, perawatan inap, hingga penanganan pertama semuanya kami tanggung. Kami sama sekali tidak membebankan biaya kepada korban," tegas Rengga.

Ia menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki panitia, lebih dari 50 korban telah diperbolehkan pulang, sementara sekitar 40 korban lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Banyumas.

Di sisi lain, Polresta Banyumas masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya tribun VIP dengan memeriksa 13 saksi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....