Polresta Banyumas Periksa 10 Saksi Terkait Ambruknya Tribun VIP Speed Fest
- 27 Jul 2026 13:54 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Polresta Banyumas terus menyelidiki penyebab ambruknya tribun VIP pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Speed Fest di GOR Satria Purwokerto, Minggu (26/7/2026). Hingga Senin (27/7/2026), sedikitnya 10 saksi telah dimintai keterangan.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi mengatakan, para saksi berasal dari berbagai unsur penyelenggara dan petugas pengamanan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden yang mengakibatkan puluhan penonton terluka.
"Kurang lebih sudah ada sekitar 10 saksi atau lebih yang kami periksa. Seluruhnya berasal dari unsur penyelenggara kegiatan dan pengamanan," ujar Petrus.
Saksi yang diperiksa antara lain berasal dari event organizer (EO), penanggung jawab kegiatan, kru panggung, kepala steward, steward, hingga penanggung jawab jalannya perlombaan. Selain memeriksa saksi, penyidik juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Meski demikian, Kapolresta menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, status perkara akan ditentukan setelah proses penyelidikan selesai.
"Nanti akan kami sampaikan apabila penyelidikan sudah rampung dan perkara ini ditingkatkan ke tahap penyidikan," katanya.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga insiden bermula saat penutupan kejuaraan ketika sejumlah drifter melempar kaus ke arah tribun VIP sebagai bagian dari selebrasi. Aksi tersebut memicu penonton berebut sehingga terjadi pergeseran massa di atas tribun.
Menurut Petrus, pelemparan kaus dilakukan lebih dari satu kali. Kondisi itu diduga menyebabkan perubahan distribusi beban pada tribun nonpermanen hingga konstruksinya bergeser, bergoyang, kemudian ambruk.
"Pelemparan kaus dilakukan lebih dari sekali. Karena tribun yang digunakan merupakan konstruksi nonpermanen, terjadi pergeseran, bergoyang, kemudian akhirnya roboh. Namun, ini masih menjadi bagian dari proses penyelidikan kami," jelasnya.
Kapolresta menambahkan, sebelum kegiatan berlangsung, kepolisian bersama panitia telah melakukan pengecekan terhadap lokasi, termasuk tribun nonpermanen yang digunakan penonton. Meski demikian, peristiwa tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan kegiatan serupa lebih mengutamakan aspek keselamatan, mulai dari perencanaan, pemeriksaan konstruksi, hingga pengamanan selama acara berlangsung.
Diketahui, ambruknya tribun VIP saat penutupan Kejurnas Drift Speed Fest mengakibatkan puluhan penonton mengalami luka-luka dan sempat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Banyumas. Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih didalami oleh penyidik Polresta Banyumas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....