BMKG: Sabtu Ini Cuaca Banyumas Raya Didominasi Cerah Berawan

  • 25 Jul 2026 11:02 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang memprakirakan cuaca di wilayah Banyumas Raya pada Sabtu (25/7/2026) umumnya didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Meski tidak terdapat potensi hujan signifikan, masyarakat diimbau mewaspadai meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring kondisi musim kemarau.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang berlaku pukul 07.00 hingga 19.00 WIB, cuaca di Jawa Tengah pada pagi hingga siang hari diprakirakan cerah hingga cerah berawan. Memasuki sore hingga awal malam, kondisi berubah menjadi cerah berawan hingga berawan.

BMKG juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan akibat cuaca yang cenderung kering. Untuk wilayah Banyumas Raya, Kabupaten Banyumas yang diwakili Purwokerto diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu udara berkisar antara 22–32 derajat Celsius dan kelembapan udara 55–90 persen.

Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5–30 kilometer per jam. Sementara itu, Kabupaten Cilacap juga diprediksi cerah berawan dengan suhu 25–33 derajat Celsius, kelembapan 50–80 persen, serta kecepatan angin 5–35 kilometer per jam.

Di Kabupaten Purbalingga, cuaca diprakirakan berawan dengan suhu udara 18–30 derajat Celsius dan kelembapan 60–95 persen. Adapun Kabupaten Banjarnegara diperkirakan berawan dengan suhu yang lebih sejuk, berkisar 16–28 derajat Celsius, serta kelembapan udara 65–95 persen.

Secara umum, BMKG mencatat suhu udara di Jawa Tengah berkisar 16 hingga 35 derajat Celsius dengan kelembapan antara 45 hingga 95 persen. Angin bertiup dominan dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5–35 kilometer per jam.

BMKG mengimbau masyarakat Banyumas Raya untuk tetap memperhatikan kondisi cuaca, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun di kawasan hutan, perkebunan, dan lahan terbuka. Kondisi cuaca yang cenderung kering pada musim kemarau meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan sehingga diperlukan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....