Permainan Tradisional Jadi Magnet Banyumas Kidsphoria 2026

  • 23 Jul 2026 16:14 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Permainan tradisional menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Banyumas Kidsphoria 2026 yang digelar di Hetero Space Purwokerto, Kamis (23/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Ratusan anak dari berbagai jenjang pendidikan tampak antusias mencoba beragam dolanan khas Nusantara, mulai dari egrang, terompah, gangsing, lompat karet, otok-otok, dan lain-lain.

Arena permainan tradisional dipadati peserta yang ingin merasakan kembali permainan yang kini mulai jarang dijumpai di tengah maraknya hiburan digital. Tak hanya anak-anak sekolah dasar, pelajar SMP hingga SMA pun ikut larut dalam keseruan memainkan dolanan bersama teman-temannya.

Salah seorang peserta, Alya Ramai Fandi, siswi SMA Negeri 5 Purwokerto, mengaku menikmati pengalaman bermain permainan tradisional yang membangkitkan kenangan masa kecilnya.

"Rasanya seperti nostalgia karena dulu waktu kecil sering main seperti ini. Sekarang seru lagi bisa bermain bersama teman-teman, walaupun ada permainan yang belum bisa, tetap menyenangkan," ujarnya usai mencoba permainan egrang dan terompah.

Pengelola permainan tradisional asal Desa Wisata Kejawar, Kang Narto, mengatakan antusiasme pengunjung terlihat cukup tinggi. Menurutnya, permainan tradisional masih memiliki daya tarik tersendiri karena memberikan pengalaman bermain yang melibatkan interaksi langsung antar-anak.

"Alhamdulillah banyak sekali diminati anak-anak. Mereka gembira karena permainan seperti ini sudah jarang ditemukan. Kami membawa berbagai permainan seperti otok-otok, gangsing, panggal, lompat karet, gledekan, egrang bambu, egrang batok, sampai tulupan, dan semuanya bisa dimainkan secara gratis," kata Narto.

Ia menambahkan, permainan tradisional memiliki nilai edukatif karena mampu melatih kerja sama, komunikasi, dan kebersamaan, berbeda dengan permainan berbasis gawai yang cenderung dimainkan secara individual.

"Kalau permainan tradisional, anak-anak bisa bersosialisasi, tertawa, dan bermain bersama. Sifat individualisme bisa berkurang karena mereka berinteraksi langsung dengan teman-temannya," jelasnya.

Selain hadir di Banyumas Kidsphoria, Narto mengatakan pihaknya siap memperkenalkan permainan tradisional ke sekolah, instansi, maupun komunitas yang ingin mengenalkan kembali warisan budaya tersebut kepada generasi muda.

Banyumas Kidsphoria 2026 menjadi puncak peringatan Hari Anak Nasional di Kabupaten Banyumas. Selain menghadirkan arena dolanan tradisional, kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan, stan UMKM, permainan edukatif, serta aktivitas ramah anak yang bertujuan memberikan ruang berekspresi sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal di kalangan generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....