Harga Timun di Banyumas Melonjak, Pedagang Keluhkan Minimnya Pasokan
- 23 Jul 2026 15:46 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Cuaca panas yang berdampak pada hasil panen menyebabkan pasokan timun di pasaran menurun. Akibatnya, harga timun di Kabupaten Banyumas mengalami kenaikan dan diperkirakan masih bertahan hingga akhir Agustus.
Hal ini dirasakan oleh salah satu pedagang sayur di Pasar Wage Purwokerto, Lilis. Ia mengatakan, kenaikan harga timun telah berlangsung lebih dari sepekan. Menurutnya, cuaca panas menjadi penyebab utama berkurangnya hasil panen sehingga pasokan timun sulit diperoleh dan harga di pasaran melonjak hingga mencapai Rp14.000–Rp15.000 per kilogram.
“Udah lama ini, udah ada satu minggu lebih. Bisa berapa kali lipat itu, yang tadinya harga Rp. 2.000 itu, sekarang ada yang Rp.14.000, ada yang Rp.15.000,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga tersebut turut memengaruhi aktivitas perdagangan. Pasokan timun yang terbatas membuat pedagang harus mengurangi stok, sementara sebagian pembeli memilih mengurangi pembelian atau beralih ke sayuran lain yang harganya lebih terjangkau. Kondisi ini menyebabkan daya beli masyarakat terhadap timun mengalami penurunan.
Lilis menambahkan, tingginya harga timun membuat sebagian konsumen mulai mengurangi pembelian. Bahkan, tidak sedikit pembeli yang memilih beralih ke sayuran lain yang harganya lebih terjangkau sebagai pelengkap lalapan.
“Ada yang beli, ada juga yang misalkan buat lalapan itu mending yang lebih murah. Kayak seperti selada itu kan sekarang murah, itu paling baliknya ke situ. Daya belinya memang turun soalnya ketinggian harganya,” ujarnya.
Selain dipengaruhi kondisi cuaca, ketersediaan timun di pasaran juga bergantung pada keberlanjutan produksi petani. Apabila kondisi cuaca belum membaik dan penanaman belum kembali optimal, pasokan diperkirakan masih terbatas sehingga harga timun berpotensi tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Para pedagang berharap kondisi cuaca segera mendukung proses budidaya agar hasil panen kembali meningkat. Dengan pasokan yang kembali normal, harga timun di pasaran diharapkan berangsur stabil sehingga daya beli masyarakat dapat kembali pulih dan aktivitas perdagangan berjalan seperti biasa. (Aisyananda)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....