Baznas Banyumas Luncurkan Beasiswa Satria Camp, Siapkan Mahasiswa Jadi Duta Zakat
- 23 Jul 2026 14:57 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyumas resmi membuka program Beasiswa Satria Camp sebagai program pembinaan perdana bagi mahasiswa penerima beasiswa Baznas.
Sebanyak 46 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengikuti kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 23 hingga 25 Juli 2026, dengan harapan tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga menjadi generasi yang berkarakter dan mampu menjadi duta zakat di tengah masyarakat.
Ketua Baznas Kabupaten Banyumas, Hj. Khasanatul Mufidah, S.H., mengatakan program tersebut merupakan tahap awal penyaluran beasiswa bagi mahasiswa asal Banyumas yang telah lolos proses seleksi secara terbuka. Dengan pendaftar lebih dari 80 mahasiswa, sebanyak 46 mahasiswa dinyatakan memenuhi syarat untuk menerima bantuan pendidikan.
Menurutnya, bantuan beasiswa akan diberikan secara bertahap mulai semester lima hingga semester delapan. Besaran bantuan disesuaikan dengan nominal Uang Kuliah Tunggal (UKT) masing-masing mahasiswa.
"Program ini merupakan peluncuran pertama Beasiswa Satria Camp. Harapannya mahasiswa yang kami bantu tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki nilai tambah melalui pembinaan spiritual, edukasi zakat, infak, sedekah, serta berbagai materi yang relevan dengan tantangan generasi muda saat ini," ujarnya kepada RRI usai acara pembukaan program, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan, selama tiga hari peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari edukasi zakat, infak, dan sedekah, pencegahan penyalahgunaan narkoba, bahaya HIV, hingga penguatan karakter dan kepemimpinan. Kegiatan dikemas dalam bentuk perkemahan atau camp agar peserta dapat membangun interaksi sosial dan memperkuat jejaring antarmahasiswa.
Khasanatul menambahkan, nama Satria Camp mengacu pada identitas Banyumas sebagai daerah berjuluk Kota Satria, sekaligus mendukung program pembangunan karakter generasi muda yang diusung Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Program beasiswa ini terbuka bagi seluruh mahasiswa yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Banyumas, tanpa membedakan perguruan tinggi tempat mereka menempuh pendidikan.
Tahun ini penerima berasal dari berbagai kampus, antara lain Universitas Jenderal Soedirman, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, Universitas Tidar, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, Telkom University, hingga STKIP Darussalam Cilacap.
Secara keseluruhan, Baznas Kabupaten Banyumas mengalokasikan estimasi anggaran sebesar Rp534,82 juta untuk mendukung pembiayaan pendidikan seluruh penerima beasiswa selama empat semester.
Khasanatul menegaskan program tersebut akan menjadi agenda berkelanjutan dan akan kembali dibuka pada tahun-tahun mendatang, menyesuaikan kemampuan penghimpunan dana zakat.
"Insyaallah program ini akan terus kami lanjutkan. Tahun ini ada 46 mahasiswa, tahun berikutnya akan kami lanjutkan lagi sesuai kemampuan penghimpunan zakat yang kami miliki," katanya.
Perolehan ZIS
Pada kesempatan yang sama, Baznas Kabupaten Banyumas juga memaparkan perkembangan penghimpunan dana zakat. Hingga pertengahan Juli 2026, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah telah mencapai Rp14,920 miliar atau sekitar 56 persen dari target tahunan sebesar Rp26,5 miliar.
Sementara itu, realisasi penyaluran dana telah mencapai Rp13,2 miliar yang disalurkan melalui lima program utama Baznas, yaitu Banyumas Cerdas, Banyumas Sehat, Banyumas Takwa, Banyumas Peduli, dan Banyumas Sejahtera.
Menurut Khasanatul, Baznas terus mendorong penyaluran dana zakat pada program-program produktif sebagai upaya pengentasan kemiskinan yang lebih berkelanjutan.
"Kami menargetkan minimal 50 persen dana yang disalurkan bersifat produktif. Kalau hanya konsumtif, dampaknya tidak akan bertahan lama. Tetapi jika produktif, satu penerima manfaat bisa membantu meningkatkan kesejahteraan satu keluarga," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Banyumas melalui sambutan yang dibacakan Wahyono, S.IP, menyampaikan apresiasi kepada Baznas Kabupaten Banyumas atas komitmennya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan.
Dalam sambutannya, Bupati menilai generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar akibat derasnya arus informasi digital, penyebaran hoaks, penyalahgunaan narkoba, hingga menurunnya kepedulian sosial. Karena itu, pendidikan karakter dinilai sama pentingnya dengan pencapaian akademik.
"Pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada prestasi akademik. Kita membutuhkan generasi yang cerdas, berkarakter, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya," demikian kutipan sambutan Bupati Banyumas.
Kepala Bagian Umum UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Nurkhikmah, S.Ag., M.Si., yang turut hadir dalam pembukaan kegiatan berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian Satria Camp hingga selesai agar memperoleh manfaat maksimal dari setiap materi yang diberikan.
Ia juga berharap mahasiswa penerima beasiswa dapat menjalankan peran sebagai Duta Zakat, sehingga mampu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zakat sekaligus menjadi teladan di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Melalui peluncuran Beasiswa Satria Camp, Baznas Kabupaten Banyumas berharap dapat melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik, memiliki kepedulian sosial, serta berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. (Ilham Falih Qushoyyi).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....