Angkot di Banyumas Masih Bertahan di Tengah Gempuran Transportasi Modern

  • 22 Jul 2026 13:47 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Di tengah pesatnya perkembangan transportasi modern dan layanan transportasi berbasis aplikasi, angkutan kota (angkot) di Kabupaten Banyumas masih mampu bertahan melayani kebutuhan masyarakat. Meski jumlah penumpang reguler terus menurun, angkot tetap memiliki peran penting sebagai moda transportasi untuk berbagai keperluan.

Salah seorang sopir angkot di Banyumas, Usmanto, mengungkapkan bahwa saat ini angkot lebih banyak beroperasi berdasarkan pesanan dibandingkan mencari penumpang di jalur reguler. Layanan tersebut antara lain digunakan untuk mengantar jemput siswa, rombongan kegiatan masyarakat, hingga menghadiri acara keluarga seperti kondangan.

"Masih bertahan karena masih dipakai sama sekolah-sekolahan. Kadang ada pesanan 10, 12, sampai 15 orang. Terus ibu-ibu untuk masyarakat, kondangan, jadi masih dipakai," ujarnya.

Menurut Usmanto, perubahan pola penggunaan angkot menjadi salah satu cara agar layanan ini tetap bertahan di tengah persaingan dengan moda transportasi lainnya. Meski pendapatan tidak lagi sebesar beberapa tahun lalu, ia memilih tetap menjalani profesinya karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan jasa angkot.

Selain melayani antar jemput kegiatan sekolah, angkot juga dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas, seperti menuju pasar, stasiun, hingga mengantar orang yang sedang sakit. Fleksibilitas layanan tersebut membuat angkot masih menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan transportasi secara berkelompok.

Usmanto berharap keberadaan angkot tetap mendapat tempat di tengah perubahan pola transportasi masyarakat. Ia optimistis selama masih ada kebutuhan dari warga, angkot akan terus beroperasi dan menjadi bagian dari layanan transportasi di Banyumas.

"Harapan saya daripada saya menganggur, saya bertahan saja. Karena masih dipakai sama sekolah-sekolahan, orang kondangan, ngantar orang sakit, masih dipakai," ucapnya.

Keberadaan angkot yang terus bertahan menunjukkan bahwa moda transportasi konvensional masih memiliki fungsi sosial di tengah modernisasi transportasi. Dengan menyesuaikan layanan sesuai kebutuhan masyarakat, angkot di Banyumas tetap menjadi alternatif transportasi yang membantu mobilitas warga hingga saat ini. (Dina Darozatun)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....