BBPTUHPT Baturraden Genap 73 Tahun, Siap Jadi BLU
- 22 Jul 2026 13:17 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Memasuki usia ke-73 tahun, Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden, Kabupaten Banyumas, mencatat sederet capaian sekaligus memasang target baru. Selain segera berstatus Badan Layanan Umum (BLU), lembaga di bawah Kementerian Pertanian itu juga optimistis mampu menggandakan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) hingga menembus Rp23 miliar pada tahun 2026.
Perayaan Hari Ulang Tahun BBPTUHPT Baturraden digelar pada Rabu (22/7/2026), diawali dengan berbagai kegiatan sosial. Seperti donor darah yang diikuti pegawai dan masyarakat, serta apel siaga integritas yang melibatkan hampir 200 pegawai.
Kepala BBPTUHPT Baturraden, Dani Kusworo, mengatakan peringatan HUT tahun ini menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pegawai. Dalam menjaga integritas khususnya tidak melakukan tindakan korupsi, kolusi bentuk penyimpangan lainnya. Selain itu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Seluruh pegawai harus menegakkan integritas tanpa kompromi, meningkatkan mutu pelayanan, serta memperkuat kekompakan dan kolaborasi. Dengan semangat itu, kami optimistis mampu menjalankan tugas dan fungsi balai dengan lebih baik," ujarnya.
Menurut Dani, hadiah terbesar pada ulang tahun kali ini adalah lolosnya BBPTUHPT Baturraden sebagai calon Badan Layanan Umum. Saat ini pihaknya tinggal menunggu Surat Keputusan Menteri Keuangan untuk penetapan resmi.
"Status BLU akan membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal. Di sisi lain, kami juga akan diawasi lebih ketat melalui audit dari BPK, Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian, dan akuntan publik sehingga pengelolaan menjadi lebih transparan dan akuntabel," jelasnya.
Tak hanya dari sisi kelembagaan, kinerja keuangan BBPTUHPT Baturraden juga menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga Juli 2026, realisasi PNBP telah mencapai hampir Rp16 miliar, atau dua kali lipat dari target kinerja yang ditetapkan Kementerian Pertanian sebesar Rp8 miliar.
Pendapatan tersebut berasal dari penjualan bibit sapi perah, kambing perah, serta produksi susu segar."Kementerian Keuangan memberikan tantangan agar kami mampu mencapai PNBP sebesar Rp23 miliar tahun ini. Kami yakin target tersebut dapat dicapai," kata Dani.
Peningkatan pendapatan ditopang oleh melonjaknya produksi susu sapi. Jika pada tahun-tahun sebelumnya produksi hanya berkisar 4.000 hingga 5.000 liter per hari, kini telah meningkat menjadi sekitar 8.300 liter per hari.
Saat ini BBPTUHPT Baturraden mengelola sekitar 1.985 ekor sapi perah dan 670 ekor kambing perah. Sepanjang tahun 2026 hingga Juli, balai tersebut juga telah menghasilkan 370 ekor bibit sapi perah dan sekitar 180 ekor bibit kambing perah.
Untuk mengejar target PNBP Rp23 miliar, BBPTUHPT Baturraden akan terus meningkatkan produktivitas ternak melalui perbaikan kualitas pakan, sistem pemeliharaan, dan fasilitas kandang.
"Potensi genetik sapi kami sebenarnya bisa menghasilkan hingga 30 liter susu per ekor per hari. Saat ini rata-rata produksinya sekitar 15 liter dan sedang kami tingkatkan menuju 20 liter per hari melalui perbaikan pakan, pemeliharaan, serta kenyamanan ternak," ungkap Dani.
Didirikan pada 1953, BBPTUHPT Baturraden telah berkembang dari balai pembibitan sapi perah menjadi pusat pembibitan ternak unggul yang kini mengelola tiga farm. Yakni Tegalsari, Limpakuwus, dan Manggala, termasuk pengembangan kambing perah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....