Halo RRI, Kepala RRI Purwokerto Tanggapi Masukan Pendengar

  • 18 Jul 2026 15:41 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Kepala LPP RRI Purwokerto, Slamet Faozan, S.Sos., menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas siaran melalui evaluasi rutin terhadap program-program yang disiarkan RRI. Hal tersebut disampaikannya saat menanggapi masukan pendengar dalam program Halo RRI, Jumat (17/7/2026).

Salah satu masukan datang dari Faizin, pendengar asal Kecamatan Lumbir. Ia menyampaikan usulan terkait program Mutiara Pagi, khususnya mengenai durasi pengantar materi yang disampaikan narasumber serta mekanisme interaksi dengan pendengar.

"Untuk acara Mutiara Pagi, ustaznya kalau bisa prolognya jangan lama-lama. Lalu untuk penyiar, kalau menerima atensi tolong diutamakan yang telepon dulu, jangan langsung baca WhatsApp," ujar Faizin.

Menanggapi usulan tersebut, Slamet mengatakan pihaknya mengapresiasi setiap masukan yang diberikan pendengar. Menurutnya, RRI tidak hanya menjadi media penyampai aspirasi masyarakat kepada berbagai pihak, tetapi juga terbuka menerima kritik dan saran untuk meningkatkan kualitas layanan siarannya.

Ia mengungkapkan, evaluasi terhadap program Mutiara Pagi memang telah dilakukan, termasuk terkait durasi mukadimah yang disampaikan narasumber. Pihaknya akan kembali mengingatkan para ustaz agar pengantar materi dibuat lebih ringkas sehingga porsi pembahasan inti dan sesi tanya jawab dapat berlangsung lebih optimal.

"Kalau terkait dengan Mutiara Pagi, itu memang sedang menjadi bagian dari evaluasi kami. Kami akan mengingatkan para ustaz agar mukadimahnya dipadatkan sehingga tidak mengurangi makna dari pembahasan yang akan disampaikan," kata Slamet.

Selain itu, Slamet juga menjelaskan alasan RRI lebih banyak mengakomodasi pertanyaan yang masuk melalui WhatsApp dalam program interaktif. Menurutnya, perkembangan teknologi memungkinkan pendengar menyampaikan pertanyaan melalui berbagai media, sehingga lebih banyak aspirasi yang dapat ditampung dalam durasi siaran yang terbatas.

Meski demikian, ia memastikan RRI tetap memberikan kesempatan kepada pendengar yang ingin berinteraksi secara langsung melalui sambungan telepon. Hanya saja, jumlah penanya melalui telepon dibatasi agar waktu siaran dapat dimanfaatkan secara efektif dan lebih banyak pertanyaan dari pendengar dapat terjawab.

"Kita tetap mengakomodasi pendengar yang ingin bertanya melalui telepon, tetapi biasanya satu atau dua penanya saja. Yang lainnya bisa menggunakan WhatsApp, kolom komentar, dan lainnya sehingga pertanyaan dari pendengar bisa lebih banyak terlayani," ujarnya.

Slamet menambahkan, seluruh masukan yang disampaikan pendengar akan menjadi bahan evaluasi bagi RRI Purwokerto. Ia berharap komunikasi dua arah melalui program Halo RRI dapat terus terjalin sehingga kualitas siaran RRI semakin baik dan mampu memenuhi kebutuhan informasi

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....