Hiu Tutul Terdampar di Pantai Bleberan, Sudah Lima Kasus dalam Tiga Bulan di Cilacap
- 15 Jul 2026 06:58 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap : Bangkai hiu tutul (Rhincodon typus) kembali ditemukan terdampar di pesisir Selatan Cilacap. Kali ini, satwa laut yang dilindungi tersebut ditemukan di Pantai Bleberan, Desa Bunton, Kecamatan Adipala, pada Selasa (14/7/2026).
Hiu dengan panjng lebih mencapai 7,8 meter dengan estimasi berat sekitar 3 ton sudah dalam keadaan mati. Penemuan ini menjadi kasus kelima hiu tutul terdampar di wilayah Cilacap dalam kurun waktu sekitar tiga bulan terakhir.
"Selama dua hingga tiga bulan terakhir sudah terjadi lima kali kejadian, yakni pada 17 dan 23 Mei, 22 Juni, 30 Juni dan 14 Juli," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, Indarto.
Indarto mengatakan, seluruh bangkai hiu tutul yang ditemukan dalam beberapa bulan terakhir telah ditangani dengan cara dikuburkan sesuai prosedur. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya pembusukan yang dikhawatirkan dalam menyebarkan potensi penyakit di area sekitar.
Proses evakuasi hiu tutul ini merupakan koordinasi lintas instansi terdiri dari Dinas Perikanan Cilacap, PSDKP Cilacap, Balai PK Pontianak Wilker Semarang, TNI AL, Polri, dokter hewan, peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Tagana, Pokmaswas, Pemdes, gabungan SAR, IOF serta berbagai instansi dan komunitas terkait lainnya.
Indarto menambahkan jika fenomena ini menjadi perhatian khusus, untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat apabila hiu ditemukan masih hidup, masyarakat diminta segera melaporkan kepada instansi terkait atau pemerintah desa agar satwa tersebut dapat dievakuasi dan didorong kembali ke laut.
Namun apabila ditemukan sudah dalam kondisi mati, masyarakat diimbau tidak mengambil ataupun memotong dagingnya. Petugas akan menguburkan menggunakan alat berat.
"Kalau ditemukan masih hidup segera dilaporkan agar bisa didorong kembali ke tengah laut. Tetapi kalau sudah mati jangan diambil dagingnya, melainkan dilaporkan agar bisa dikuburkan di lokasi terdekat untuk mencegah penyebaran penyakit," kata Indarto.
Indarto mengatakan jika salah satu penemuan hiu paus yang terdampar, yakni pada Sabtu (23/5/2026) di Pantai Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, menjadi petunjuk dalam mengungkap penyebab kematian satwa tersebut. Dugaan tersebut diperoleh berdasarkan hasil kajian tim gabungan yang melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Yayasan Sealife Indonesia, dokter hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, serta sejumlah instansi terkait.
Indarto menjelaskan, hasil nekropsi atau bedah bangkai yang dilakukan tim menunjukkan bahwa hiu paus tersebut diduga mati akibat keracunan akut atau intoksikasi. Kondisi tersebut diperkirakan dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya cemaran pada makanan maupun penyebab lain yang masih diteliti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....