Kaki Tersangkut di Besi Permainan, Bocah PAUD di Adipala Dievakuasi Damkar

  • 14 Jul 2026 16:42 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap : Keceriaan jam istirahat di Tahfidz Anak Usia Dini (TAUD) Sholih Cendekia, Desa Adireja Kulon, Kecamatan Adipala, mendadak berubah menjadi kepanikan ketika seorang siswa bernama Alfian berteriak meminta tolong. Karena saat bermain perosotan bersama teman-temannya, kaki kiri bocah tersebut tiba-tiba terperosok dan tersangkut di sela-sela besi permainan, Selasa (14/7/2026) pagi.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu membuat suasana sekolah seketika tegang. Alfian yang tidak bisa melepaskan kakinya mulai menangis, sementara guru dan teman-temannya berusaha menenangkan. Setelah berbagai upaya dilakukan namun belum berhasil, pihak sekolah memutuskan meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

Laporan kemudian diterima Pos Damkar Kroya pada pukul 09.06 WIB. Mendapat informasi ada anak yang terjebak di wahana permainan sekolah, tim rescue langsung bergerak menuju lokasi.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arif Widodo, mengatakan petugas tiba sekitar 10 menit setelah menerima laporan.

"Begitu menerima laporan, petugas segera menuju lokasi karena yang terjebak adalah seorang anak. Prioritas kami memastikan proses evakuasi berlangsung cepat sekaligus aman agar korban tidak mengalami cedera," ujar Gatot.

Sesampainya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan asesmen untuk melihat posisi kaki korban yang terjepit di celah perosotan. Dengan peralatan penyelamatan dan penanganan yang hati-hati, petugas akhirnya berhasil membebaskan kaki Alfian tanpa menimbulkan luka.

Proses evakuasi berlangsung sekitar 10 menit. Setelah kaki korban berhasil dilepaskan, suasana sekolah yang sempat dipenuhi rasa cemas kembali tenang. Guru, siswa, dan sejumlah wali murid yang berada di lokasi pun merasa lega setelah memastikan kondisi Alfian baik-baik saja.

Menurut Gatot, kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan pemeriksaan rutin terhadap sarana bermain anak di lingkungan sekolah.

"Permainan anak perlu dicek secara berkala. Meski terlihat sederhana, celah pada peralatan bermain bisa menimbulkan risiko apabila tidak diawasi. Pendampingan saat anak bermain juga sangat penting," katanya.

Selain melakukan evakuasi, petugas Damkar Kroya juga memberikan edukasi kepada pihak sekolah mengenai langkah awal penanganan keadaan darurat serta mengenalkan layanan pelaporan melalui aplikasi SATKARTARU SIAP agar bantuan dapat diperoleh lebih cepat saat terjadi kondisi darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....