Mahasiswa UMP Kembangkan Filtrasi Air Berbasis IoT untuk Desa
- 13 Jul 2026 21:25 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) meluncurkan program pemberdayaan masyarakat di Desa Banjarparakan melalui penerapan sistem filtrasi air berbasis Internet of Things (IoT) dan sistem pengolahan sampah mandiri.
Program tersebut bertujuan meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap potensi bencana lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Program tersebut merupakan bagian dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 yang mendapat pendanaan dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
| Baca juga: UMP Borong Penghargaan pada AICIRE 2026 |
Dukungan itu diberikan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong mahasiswa berperan sebagai agen perubahan yang menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat.
Melalui program ini, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Teknik Kimia UMP memperkenalkan teknologi filtrasi air yang dilengkapi sistem pemantauan berbasis IoT. Teknologi tersebut memungkinkan masyarakat memantau kualitas air secara real time sehingga ketersediaan air bersih dapat terus dipastikan, terutama saat terjadi bencana atau penurunan kualitas sumber air.
Ketua pelaksana program, Muhammad Arfan Shidiq, mengatakan pemanfaatan teknologi IoT pada sistem filtrasi air menjadi salah satu upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi krisis air bersih.
| Baca juga: KKN Berdampak Dorong Kemandirian Desa |
"Melalui teknologi ini, masyarakat dapat mengetahui kondisi kualitas air secara cepat dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan keluarga," ujarnya.
Selain penyediaan akses air bersih, program juga mengembangkan sistem pengolahan sampah mandiri yang melibatkan partisipasi masyarakat. Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, pemanfaatan sampah anorganik melalui daur ulang, hingga penguatan kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
Kepala Desa Banjarparakan, Budi Widiantoro, S.E., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, inovasi yang dihadirkan mahasiswa UMP mampu menjawab kebutuhan desa dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.
"Program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Desa Banjarparakan. Kami berharap teknologi dan sistem yang diperkenalkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan secara mandiri oleh warga sehingga memberikan manfaat jangka panjang," tuturnya.
Program ini didampingi dosen Program Studi Teknik Kimia UMP, Dini Nur Afifah, M.Eng. Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menghasilkan solusi teknologi yang dapat diterapkan secara langsung.
Menurut Dini, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat dalam mengelola dan memelihara inovasi yang telah diterapkan.
"Melalui PPK Ormawa, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki secara langsung di tengah masyarakat. Program ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan desa yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan," ucapnya.
Melalui inovasi sistem filtrasi air berbasis IoT dan pengolahan sampah mandiri tersebut, HMPS Teknik Kimia UMP berharap Desa Banjarparakan dapat menjadi contoh desa yang lebih adaptif terhadap tantangan lingkungan serta memiliki kapasitas yang lebih kuat dalam menghadapi potensi bencana.
Program ini juga diharapkan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....