Luthfina: Combat Sport Bentuk Mental Juara dan Harumkan Nama Banyumas
- 10 Jul 2026 09:11 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Atlet combat sport Banyumas, Luthfina Ibna Haqiqiyah, menilai olahraga bela diri tidak hanya mengajarkan kemampuan bertanding, tetapi juga membentuk karakter, mental, dan rasa tanggung jawab. Berbekal tekad tersebut, ia terus mengasah kemampuan demi mengharumkan nama Banyumas hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Luthfina mengungkapkan, ketertarikannya pada dunia bela diri dimulai sejak usia 12 tahun atau saat masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar. Lingkungan keluarga menjadi faktor utama yang mendorongnya menekuni olahraga tersebut karena sang ayah dan kakaknya merupakan pelatih.
"Awalnya saya berlatih karena papa dan kakak saya adalah pelatih. Lama-kelamaan saya menyadari bahwa combat sport bukan hanya soal bertanding, tetapi juga membentuk karakter, mental, dan rasa tanggung jawab. Dari situ saya terus berlatih hingga menjadi atlet," ujarnya.
Menurut Luthfina, motivasi terbesarnya untuk terus berlatih adalah membanggakan orang tua, pelatih, dan daerah yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap perjalanan kariernya sebagai atlet. Ia optimistis Banyumas memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet bela diri yang mampu bersaing di level lebih tinggi.
"Saya percaya Banyumas bisa melahirkan atlet yang berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional," katanya.
Luthfina diketahui aktif mengikuti dua cabang olahraga, yakni tinju dan muay thai. Di cabang tinju, ia telah tampil pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pra-Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Pra-Popnas).
Sementara di cabang muay thai, ia pernah mengikuti Kejuaraan Provinsi, Seleksi Daerah, hingga Pra-Pekan Olahraga Provinsi (Pra-Porprov). Dari berbagai kejuaraan yang diikutinya, prestasi paling berkesan baginya adalah saat meraih juara tiga pada Pra-Popnas Zona III Tahun 2024.
Saat itu, Banyumas hanya mengirimkan satu atlet sehingga ia harus menjalani karantina di Semarang tanpa didampingi pelatih pribadinya. Meski sempat mengalami kesulitan beradaptasi dengan program latihan yang diberikan pelatih Jawa Tengah, Lutfina berhasil membawa pulang medali.
"Awalnya saya merasa canggung karena harus berlatih dengan pelatih Jawa Tengah. Program latihannya cukup berat, tetapi alhamdulillah saya bisa meraih juara tiga," ucapnya.
| Baca juga: Tidak Harus Menghadapi Masalah Sendirian |
Ke depannya, Luthfina menargetkan dapat menembus ajang nasional hingga internasional. Ia berharap dapat terus mengharumkan nama Banyumas sekaligus menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki banyak atlet bela diri berprestasi.
Meski demikian, ia mengakui perjalanan menjadi atlet tidak lepas dari berbagai tantangan. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya menghadapi lawan di arena, tetapi juga mengendalikan diri sendiri.
"Bagi atlet bela diri, tantangan terberat adalah menjaga berat badan dan melawan rasa malas berlatih maupun keraguan pada diri sendiri," katanya kembali.
Terakhir Luthfina berharap perkembangan combat sport di Banyumas semakin pesat dengan dukungan berbagai pihak. Sehingga semakin banyak atlet lokal yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
"Harapan saya, combat sport di Banyumas semakin maju dan masyarakat semakin mengetahui bahwa banyak atlet berprestasi dari daerah ini. Untuk diri saya sendiri, saya ingin terus berkembang dan selalu melakukan evaluasi agar bisa tampil lebih baik di setiap pertandingan," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....