Radar Cuaca Tercanggih BMKG Resmi Beroperasi di Cilacap, Jangkau hingga 400 KM

  • 08 Jul 2026 13:50 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengoperasikan Kantor Radar Cuaca S-Band Cilacap, yang berada di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Rabu (8/7/2026). Radar cuaca berteknologi tinggi dan mampu menjangkau hingga 400 km ini diharapkan memperkuat sistem pemantauan cuaca dan mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Pulau Jawa.

Peresmian dilaksanakan oleh Kepala BMKG, Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D. didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya, perwakilan Komisi V DPR RI, Forkopimda, serta sejumlah tamu undangan.

Kepala BMKG Prof. Teuku Faisal mengatakan, radar cuaca S-band di Cilacap merupakan radar pertama dari lima unit radar S-band yang sedang dibangun BMKG di Indonesia.

Ia menjelaskan, saat ini BMKG baru memiliki 45 radar cuaca dari total kebutuhan nasional sebanyak 75 radar. Kehadiran radar baru tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan pemantauan cuaca di seluruh Indonesia.

"Hari ini kita melaksanakan peresmian S-band radar di Cilacap. Ini merupakan kerja keras kita semua untuk memenuhi jangkauan radar cuaca di Indonesia. Saat ini kita memiliki 45 radar cuaca dari kebutuhan 75 radar, dan secara bertahap akan kita lengkapi agar cakupan wilayah Indonesia semakin optimal," ujar Teuku Faisal.

Menurutnya, Cilacap dipilih karena memiliki posisi yang sangat strategis di pesisir selatan Pulau Jawa dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, sehingga menjadi wilayah penting untuk memantau pertumbuhan awan hujan, curah hujan, hingga potensi bencana hidrometeorologi basah.

Selain untuk prakiraan cuaca dan mitigasi bencana, radar tersebut juga akan dimanfaatkan mendukung keselamatan penerbangan, pelayaran, transportasi darat, sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, energi, hingga perikanan.

"Kehadiran radar ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk mendukung berbagai sektor pembangunan, mulai dari transportasi, infrastruktur, ketahanan energi, sumber daya air, pertanian, hingga perikanan," katanya.

Sebelumnya, BMKG telah membangun radar cuaca S-band di beberapa lokasi lain, yakni Natuna, Tanjung Pinang, Saumlaki, Tangerang, dan Cilacap. Radar di Cilacap yang merupakan bagian proyek Development of Maritime Observation Infrastructure and Forecasting Technology for Maritime Meteorological System-2 (MMS-2) ini menjadi unit pertama yang resmi dioperasikan, sementara empat lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Teuku Faisal menambahkan, radar buatan Jerman tersebut dipasang melalui prosedur pengujian dan pemasangan yang ketat sehingga diharapkan mampu beroperasi hingga 15 bahkan 20 tahun dengan perawatan yang baik.

Sementara itu, Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menyambut baik kehadiran radar cuaca tersebut. Menurutnya, alat ini akan sangat membantu pemerintah daerah dalam memperkuat sistem mitigasi bencana sejak dini.

"Radar cuaca tipe S-band ini merupakan teknologi tertinggi dan tercanggih, bahkan tipe yang sama digunakan oleh TNI Angkatan Udara. Kami berharap kolaborasi pemerintah pusat dan daerah terus terjalin sehingga mitigasi bencana hidrometeorologi di Cilacap dapat dilakukan lebih cepat dan lebih akurat," ujarnya.

Ammy juga berharap keberadaan radar cuaca tersebut dapat menjadi salah satu faktor pendukung bagi pemerintah pusat untuk membuka kembali rute penerbangan menuju Kabupaten Cilacap serta mendorong pengembangan Pelabuhan Tanjung Intan menjadi pelabuhan internasional terbuka.

"Dengan adanya radar cuaca ini, kami berharap pemerintah pusat dapat kembali mengupayakan pembukaan penerbangan ke Kabupaten Cilacap. Selain itu, Pelabuhan Tanjung Intan juga diharapkan dapat berkembang menjadi pelabuhan internasional karena radar ini turut menunjang keselamatan transportasi udara maupun laut," katanya.

Untuk keunggulan dari Radar Cuaca Tipe S-band ini, Sekretaris Utama BMKG, Guswanto mengatakan jika radar cuaca BMKG terdiri atas tiga jenis, yakni X-band, C-band, dan S-band. Radar S-band menjadi yang paling unggul karena memiliki jangkauan hingga 400 kilometer.

Sebagai perbandingan, radar C-band hanya mampu menjangkau sekitar 200 kilometer, sedangkan radar X-band memiliki jangkauan sekitar 150 kilometer.

Selain memiliki cakupan wilayah yang lebih luas, radar S-band juga dapat diintegrasikan dengan jaringan radar BMKG di seluruh Indonesia sehingga menghasilkan pemantauan cuaca yang lebih akurat.

"Keunggulan lainnya adalah resolusinya lebih tinggi, sehingga informasi cuaca nantinya bisa disampaikan hingga tingkat kelurahan. Sebelumnya wilayah Cilacap masih mengandalkan data radar dari Semarang," kata Guswanto.

Dengan beroperasinya radar cuaca S-band di Cilacap, BMKG berharap kualitas layanan informasi cuaca, peringatan dini bencana, serta dukungan terhadap berbagai sektor strategis dapat semakin meningkat, khususnya bagi masyarakat di wilayah selatan Jawa Tengah dan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....